SOLOK, METRO–Pemerintah Kota Solok perlu memberikan perhatian terhadap pengembangan, pembinaan, dan pengawasan pada Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Baik dalam aspek managemen usaha, peningkatan kompetensi SDM, peningkatan kapasitas produk, keamanan dan mutu produk yang dihasilkan sampai dengan pemasaran pasar.
Untuk itu Dinas Kesehatan Kota Solok melalui Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) adakan Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamana Pangan Bagi Pelaku Industri Rumah Tangga Pangan. Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) memiliki peranan penting dalam sistem keamanan pangan di Indonesia.
Kepala Bidang PSDK, Emil Reza Razali, mengungkapkan lebih dari 200 penyakit dihantarkan melalui konsumsi pangan yang tidak aman. Diare merupakan penyakit yang paling banyak terjadi, sekitar 10 hingga 22 juta kasus penyakit diare yang disebabkan pangan tercemar diperkirakan terjadi di Indonesia.
Tujuan Bimtek ini untuk meningkatkan keamanan dan mutu produk PIRT yang beredar sehingga dapat bersaing di pasar modern baik pasar domestik maupun internasional, serta meningkatkan efektivitas sistem pengawasan IRTP di Kota Solok.
Emil Reza mengatakan mengingat potensi ekonomi yang sangat strategis dan penting, serta potensi risiko produknya maka perlu diselaraskan dengan pertumbuhan IRTP yang sangat cepat sekaligus meningkatkan keamanan mutu produknya.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk bimtek penyuluhan, pengawasan penerbitan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga, pemeriksaan pengawalan pemenuhan komitmen penerbitan sertifikat SPP-IRT, dan pendampingan pemenuhan CAPA (terhadap ketentuan sarana, label, dan iklan), serta pengkajian ulang SPPIRT.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada pelaku usaha IRTP dan masyarakat terkait jaminan keamanan dan mutu produk IRTP, “ pungkas Emil. (vko)






