METRO PADANG

Kesadaran Buang Sampah Masyarakat masih Rendah

0
×

Kesadaran Buang Sampah Masyarakat masih Rendah

Sebarkan artikel ini
Mairizon, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang.

AIE PACAH, METRO–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mengimbau kepada masya¬rakat Kota Padang untuk tidak mem¬buang sampah anorganik yang diha¬silkan ke sembarang tempat. Terutama pada tempat fasilitas umum yang ramai.

“Kita berharap kesadaran masya¬rakat untuk mengelola sampah yang dihasilkan olehnya secara pribadi. Bukan hanya menjadi tang¬gung jawab dan kewajiban pemerintah,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Jumat (12/5).

Lanjutnya, dia mempersilahkan kepada ma¬sya¬rakat untuk dapat me¬ma¬nfaatkan becak motor yang telah dianggarkan oleh Pemko Padang melalui pokir dari DPRD Kota Padang itu. Menurut dia, pengelolaan sampah me¬rupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah saja yang memiliki peran di dalamnya. Tetapi seluruh elemen masya¬ra¬kat, tanpa terkecuali.

Jika sampah di Kota Padang hanya dititikberatkan kepada pemerintah, maka Kota Padang tidak akan pernah berhasil untuk men¬jadikan kota yang aman, nyaman, dan bersih.

Pantauan POSMETRO, Jumat (12/5) sekitar pukul 10.30 wib, di kawasan Ruang Hijau Terbuka (RTH) Imam Bonjol, masih banyak bertebaran sampah-sampah plastik terutama bungkus makanan dan minuman.

Warga, pelajar yang biasa memanfaatkan RTH untuk duduk santai sambil minum dan makan, dengan seenaknya masih mem¬buah sampah sembarangan. Padahal, di lokasi tersebut terdapat beberapa tempat membuang sampah.

“Sampah ini adalah kesadaran kita bersama, ti¬dak hanya pemerintah sa¬ja. Peran Pemerintah adalah sebagai penyelenggara. Jika sedang minum dan makan dari bahan yang terbuat dari plastik atau lainnya, silahkan buang ditempat yang sudah disediakan,” katanya.

Untuk diketahui, urusan buang sampah ini, tak hanya kelas bawah, kelas menengah, dan atas juga kerap seenaknya membuang sampah. Seperti terlihat di bantaran banda bakali, masih banyak warga yang se¬enaknya membuang dan melempar kantong plastik berisi sampah rumah tangga di sana.

Mairizon juga menggambarkan, mengelola sampah itu seperti proses fisiologi dari tubuh manusia, sampah ada yang berasal dari dalam tubuh dan dari luar. (cr2)