PDGPARIAMAN, METRO – Suasana lalu lintas di sekitar jembatan bailey Batang Kalu Kayu Tanam sepanjang Sabtu sore hingga Sabtu malam (12/1) diwarnai kemacetan parah. Akibatnya tak ayal ikut berpengaruh terhadap jarak tempuh pengendara.
Bayangkan saja jarak antara Sicincin-Kandang Ampek yang biasa bisa ditempuh dalam waktu 10 menit dalam kondisi normal, Sabtu malam (12/1) malah membutuhkan waktu selama dua jam atau lebih.
Kenyataan itu tidak ditampik oleh Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, saat menghadiri acara Pengukuhan Forum Wali Nagari se-VII Koto Lamo di Malibou Anai. “Saya dari awal sebenarnya sangat berkeinginan agar bisa secepatnya sampai di lokasi acara, namun karena kendaraan saya terjebak macet selama lebih kurang dua jam, barulah saya bisa tiba di lokasi acara ini,” ujar Suhatri.
Suhatri mengisahkan, bagaimana dia terjebak kemacetan malam itu. Padahal dia sendiri telah memilih jalan alternatif melewati Kampus INS Kayu Tanam. “Ya mau bagaimana lagi, antrean kendaraan begitu panjang, sehingga saya tidak bisa berbuat banyak melainkan menunggu antrean agar bisa melanjutkan perjalanan,” terangnya.
Suhatri menegaskan, pihaknya sengaja memilih jalan alternatif melewati simpang Kampus INS Kayu Tanam bukannya tanpa alasan. Pasalnya pihaknya mendapatkan informasi adanya sekitar 20 titik di lokasi itu adanya warga yang memungut uang di jalanan. “Tadi setelah saya tinjau secara langsung, yang ada itu hanya sekitar 14 titik. Dan saya juga telah pesankan kepada mereka agar jangan sampai memaksakan kehendak kepada pengendara,” sebutnya.
Namun demikian Suhatri Bur mengakui, keberadaan warga yang mengatur lalu lintas di sekitar kawasan itu bukannya tidak dibutuhkan, terlebih di sekitar jembatan sempit yang terdapat di kawasan itu. “Namun tetap tadi saya telah ingatkan kepada mereka agar jangan sekali-kali kesannya memaksakan pungutan kepada pengendara,” terangnya.
Menilik kondisi jalan alternatif yang ada di kawasan itu, Suhatri mengakui jika ke depannya ruas jalan di sekitar kawasan itu akan bisa lebih dikembangkan lagi. Sekaligus nantinya bisa sekalian diaspal, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi suatu musibah di sekitar ruas jalan Kayu Tanam, maka ruas jalan itu bisa dijadikan sebagai pilihan.
“Memang tadi kita telah melihat secara langsung, mudah-mudahan ke depannya ruas jalan di kawasan itu bisa diaspal untuk ke depannya, sehingga nantinya sekaligus bisa dijadikan sebagai jalur evakuasi,” terangnya.
Sejumlah pengendara yang sempat dihubungi mengaku parahnya kemacetan di sekitar jembatan Batang Kalu sepanjang Sabtu sore hingga malam harinya. Kondisi itu diperparah akibat adanya beberapa pengendara yang tidak sabar menunggu antrean. akibatnya kemacetan di sepanjang ruas jalan yang menggunakan sistem buka tutup itu pun semakin menjadi-jadi.
Bahkan sekalipun para petugas dari jajaran Lantas Polres Padangpariaman tampak telah berupaya keras untuk menormalkan laju arus lalu lintas, namun tetap saja kemacetan di penghujung pekan yang biasa padat arus lalu lintas itu tidak bisa dihindari. (efa)





