OLAHRAGA

Dilepas Ketum LKAAM Sumbar, 60 Pesilat Belajar Silek Kumango di Luhak Nan Tuo

0
×

Dilepas Ketum LKAAM Sumbar, 60 Pesilat Belajar Silek Kumango di Luhak Nan Tuo

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar foto bersama 60 pesilat yang akan belajar Silek Kumango ke Kabupaten Tanah Datar.

PADANG, METRO–Di akhir pekan lalu, rumah kediaman Ketua LK­AAM Sumbar Dr H Fauzi Bahar Dt Nan Sati, di Gunung Panggilun, Kota Pa­dang diramaikan dengan para pesilat muda me­nyusul pelepasan pesilat ke Luhak Nan Tuo, Kabupaten Tanah Datar dalam rangka pendalaman pencak silat dalam aspek seni budaya.

Saat pelepasan itu, di­perkirakan sebanyak 60 pesilat yang berasal dari sasaran silat yang ada di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang berdatangan ke kediaman Dr Fauzi Bahar. Mereka didampingi pelatih Khatik Marajo, Malin Bungsu, dan Datuak Parmato Alam ke Tanah Datar guna memperdalam Silek Kumango.

“Sebanyak 60 orang pesilat dari sasaran silat Koto Tangah hari ini akan berangkat ke Tanah Datar untuk belajar Silek Kumango sebagai pencak silat asli Minangkbau. Untuk itu ber­kenan kiranya Bapak Dr H Fauzi Bahar Datuak Nan Sati melepas secara res­mi,” kata Khatik Marajo mewakili pelatih, Sabtu (4/2).

Fauzi Bahar sebelum melepas 60 pesilat tersebut memberikan arahan pesilat harus sungguh sungguh ikut dalam pelatihan selama dua pekan di Luhak Nan Tuo, Tanah Datar karena kegiatan ini sangat langka dan jarang terjadi.

“Orang lulusan S1, S2 maupun S3 sangat banyak, namun untuk menjadi Pandeka Silat bisa dihitung de­ngan jari.

Kita sebagai orang Minang harusnya bangga karena Silat diakui oleh seluruh negara didunia ini dibuktikan dengan adanya Cabang Olahraga Silat disetiap Perlombaan baik ting­kat lokal maupun dunia.

Seperti PON, Asian Ga­mes, Sea Games maupun lainnya” ungkap Fauzi Bahar, yang sehari-harinya Walikota Padang dua periode itu sebagai Ketua U­mum LKAAM Sumbar itu.

Disamping itu, Fauzi Bahar yang juga mantan Ketua IPSI Sumbar berharap, agar kalangan pejabat pemerintah diseluruh Sumatera Barat, maupun anggota DPR agar lebih peduli dan memperhatikan kemajuan pencak silat di daerahnya masing-ma­sing.

“Pencaksilat adalah su­atu bentuk seni budaya rakyat yang perlu dilestarikan karena silat itu sendiri berkaitan dengan nila-nilai budaya bangsa kita. Apalagi dalam rangka menumbuhkan kader muda yang tangguh dan ulet,” ujarnya.

Fauzi Bahar berharap para pelatih serta pandeka dari setiap sasaran yang ikut dalam program pendalaman Silek Kumango ke Luhak Nan Tuo ini menguatkan kemandiran anak silatnya dan tumbuhkan rasa percaya diri mereka sebagai insan pemba­ngu­nan dimasa sekarang dan masa datang.

Selesai memberikan arahan, Fauzi Bahar secara resmi melepaskan seba­nyak 60 pesilat muda itu dan diakhiri acara itu dengan sesi foto bersama. (rom)