METRO PADANG

Penertiban PKL Pasar Raya Padang Ricuh, Diteriaki Pencuri dan Dilempari Batu, 3 Petugas Terluka

0
×

Penertiban PKL Pasar Raya Padang Ricuh, Diteriaki Pencuri dan Dilempari Batu, 3 Petugas Terluka

Sebarkan artikel ini
MELAWAN PETUGAS— Penertiban PKL di kawasan Pasar Raya Padang, Sabtu (4/2) pukul 14.00 WIB siang berlangsung ricuh. Sejumlah pedagang melakukan perlawanan, tigas petugas Satpol PP mengalami luka ringan dalam penertiban tersebut.

TAN MALAKA, METRO–Meski berkali-kali sudah diter­tibkan dan diberi peringatan secara persuasif, masih banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar aturan yang telah ditetapkan Pemko Padang. Sabtu (4/2) siang, penertiban PKL di Pasar Raya Padang, ricuh.

Tiga petugas Satpol PP terlu­ka, setelah dilempari batu oleh sejumlah oknum pedagang.

Penertiban berlangsung seki­tar pukul 14.00 WIB. Saat itu untuk menghindari kericu­han dan bentrok, petugas Satpol PP menggandeng aparat kepolisian dan TNI.

“Satpol PP bersama tim gabungan TNI, Polri datang lebih cepat dari biasanya, guna mangantisipasi agar pedagang tidak melewati jam yang sudah diten­tu­kan. Kita tetap menerap­kan aturan SK Wali Kota Padang nomor 438 Tahun 2018 tentang Lokasi dan Jadwal Usaha Pedagang Kaki Lima,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Padang Mursalim.

Saat petugas sampai di lokasi, sebagian PKL sudah membuka lapaknya sebe­lum jam yang telah diten­tukan. Petugas pun ga­bungan mencoba untuk meng­ingatkan kembali pe­da­gang secara humanis, agar berjualan sesuai de­ngan jam yang telah diten­tukan, yakni pukul 17.00 WIB.

“Kami tetap mengedepankan sikap humanis da­lam melakukan pengawa­san. Sempat kita ajak audiensi, namun perwakilan pedagang tidak mau,” ujar­nya.

Pantauan di lapangan, ketika petugas mendatangi PKL, para pedagang malah berani dan menghidupkan musik sambil menari-nari. Selain itu juga ada keluar bahasa-bahasa pengancaman kepada pe­tu­gas.

Kemudian, sekitar pu­kul 15.30 WIB, petugas gabungan melakukan pe­nyi­taan barang-barang PKL yang melanggar. Saat lapak salah seorang PKL diamankan untuk dijadikan barang bukti (BB), PKL mulai arogan.

Terlihat, tak satu orang pun anggota Satpol PP mem­berikan perlawanan ke­pada pedagang yang sudah arogan tersebut.

Petugas penegak perda tersebut malah diteriaki pencuri. Tidak lama kemudian, oknum PKL mulai melakukan pelemparan me­nggunakan batu ke arah petugas.

Akibatnya, tiga anggota Satpol PP bernama Rianda Yulsa terluka dan dada­nya terasa sesak. Sementara Hasanema Halawa, dan Alan Mufti mengalami luka ringan.

“Sekarang Kasi Opsdal dan anggota sudah membuat laporan ke Polresta, karena ini sudah mengarah ke pidana. Ketiga anggota yang terluka sudah divi­sum,” ulas Mursalim. (ade)