PADANGPARIAMAN, METRO–Mengerikan. Seorang ibu muda tewas dengan kondisi mengenaskan akibat terlindas lokomitif pekerja perbaikan rel kereta api di Korong Rimbo Sianik, Nagari Parik Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, Jumat (3/2).
Peristiwa itu sontak membuat warga setempat gempar dan langsung berkerumun mendatangi lokasi untuk melihat korban yang tergeletak tak bernyawa dengan tubuh yang sudah penuh dengan luka-luka. Bahkan, satu kakinya putus.
Tak lama berselang, Polisi pun juga datang untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi. Jenazah korban kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah lalu dievakuasi ke RSUD Padangpariaman untuk dilakukan visum.
Namun, dari hasil penyelidikan sementara, Polisi menduga korban yang diketahui bernama Lili Sriani (23) warga Tanjung Baringin, Nagari Toboh Ketek, Kecamatan Enam Lingkung ini sengaja menabrakkan dirinya ke kereta api yang melintas alias bunuh diri.
Berdasarkan keterangan saksi saksi di lokasi kejadian, Marni (21) dan Yuni (31) menyebut, insiden itu terjadi pada pukul 08.39 di perlintasan kereta api antara Korong Pasa Balai dengan Rimbo Sianik. Korban sempat terlihat menghampiri dan menghadang kereta api yang sedang melaju.
“Saat itu kereta api lagi melaju kencang dari Lubuk Alung menuju Kayu Tanam. Korban langsung berjalan kaki ke tengah rel dan berdiri menghadang kereta api. Seketika korban terlindas dan tewasdi lokasi dengan posisi tertelungkup,” ungkapnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Padang Pariaman Ipda Novrialdi mengatakan, dugaan sementara korban melakukan bunuh diri. Pasalnya, menurut keterangan saksi-saksi, koban berjenis kelamin perempuan ini sudah terlihat berada di lokasi itu, sebelum kejadian sekira pukul 08.30 WIB.
“Kesaksian masyarakat, korban datang menggunakan kendaraan roda dua dan memarkirnya di warung makan dekat lokasi kejadian. Melihat gerak-gerik korban yang memang sudah mencurigakan, saksi sempat bertanya lalu korban menjawab ingin menunggu kereta,” terangnya.
Beberapa menit di lokasi, dikatakan Ipda Novrialdi, korban melihat kereta api yang akan melintas jurusan Padang-Kayu Tanam. Di saat kereta api yang tengah melaju itu mendekat, korban berjalan kaki menghampirinya dengan sengaja berdiri di tengah rel. Seketika, korban dihantam kereta api dan meninggal di tempat kejadian.
“Saat kereta lewat korban yang sudah berkeluarga ini mengejarnya hingga tertabrak dan tergiling oleh kereta.Kondisi korban, ada organnya yang putus dan kini sudah dievakuasi ke RSUD Padangpariaman,” jelas Novrialdi.
Kapolsek 2×11 Enam Lingkung, AKP Feri Yuzaldi mengatakan, korban mendatangi lokasi menggunakan sepeda motor Yamaha Fino BA 2409 FX. Sebelum bunuh diri, korban sempat memarkirkan sepeda motornya di dekat warung makan.
“Dari hasil penyelidikan, dugaannya korban ini bunuh diri. Kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pihak keluarga untuk mengungkap penyebab korban mengakhiri hidupnya dengan cara begini. Untuk jenazah juga sudah kami serahkan kepada keluarga agar dikebumikan,” tutupnya. (efa)





