POLITIKA

Demokrat-NasDem Beda Pandangan soal Anies, PAN Sindir Istilah ‘Perubahan’

0
×

Demokrat-NasDem Beda Pandangan soal Anies, PAN Sindir Istilah ‘Perubahan’

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METRO–Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi merespons beda pandangan Partai NasDem dan Demokrat soal Anies Baswedan antitesis pemerintah saat ini. Viva menyebut sebaiknya konsep realisasi koalisi perlu dirumuskan.

“Makanya sebelum merealisasikan koalisi, parpol (partai politik) perlu merumuskan paltform dan rencana program kerja koalisi sehingga diharapkan figur yang diusung sebagai pasangan calon di pilpres dapat menjalankan cita-cita koalisi di pemerintahan,” kata Viva dalam keterangannya, Jumat (3/2).

Viva mencontohkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang menerapkan langkah itu untuk mempersatukan visi. Setelah dirumuskan melalui rancangan, barulah figur capres dideklarasikan.

“Cara seperti ini adalah model koalisi KIB, yaitu merumuskan platform dan rencana program koalisi dulu. Lalu, mengidentifikasi figur yang tepat untuk merealisasikan di lapangan,” tutur Viva.

Ia menyinggung istilah ‘peru­ba­­han’ yang disematkan Partai Nas­­­Dem, Demokrat dan PKS. Ia me­­nyoroti perbedaan pendapat ter­kait kepemimpinan Anies Bas­wedan.

Baca Juga  Puncak Harlah PKB ke-25, Jokowi dan Sejumlah Ketum Parpol Bakal Hadiri

“Publik juga mesti ingin me­nge­tahui dan membutuhkan kejelasan tentang istilah ‘perubahan’ dalam sebuah nama koalisi. Apakah bersifat frontal atau moderat. Dari perdebatan pemi­kiran Mas Ali dan Mas Kamhar, masya­rakat tentu akan menilai bahwa konsep dan pemikiran NasDem ternyata berbeda dengan Partai Demokrat,” imbuhnya.

Dia menilai semestinya ada titik temu terkait karakter Anies yang disebut sebagai antitesis pemerintah saat ini. Namun, di sisi lain disebut mirip dengan kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Tapi ya semua tergantung keputusan mereka saja bagi parpol yang mau berkoalisi. Saya membatasi diri tidak masuk wilayah internal mereka, ini namanya pilihan politik dalam menyusun platform koalisi dan tentu juga akan mempertimbangkan strategi kampanye dan pemenangan paslon di pilpres,” ungkapnya.

Sebelumnya, Partai De­mokrat dan Partai NasDem berbeda pendapat soal figur usungan mereka, Anies Baswedan. Demokrat menilai Anies tetap antitesis yang ada saat ini, sedangkan NasDem percaya Anies gabungan figur Presiden Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga  Jon Matias dan Jufrial (J & J), Serahkan Bukti Dukungan Ke KPU Solsel

Persoalan antitesis ini kem­bali mencuat usai diungkit oleh Deputi Bappilu Partai Demokrat Kam­har Lakumani. Dia berkeyakinan Anies merupakan antitesis dengan yang berkuasa saat ini.

Partai NasDem pun memiliki pandangan berbeda. Waketum Partai NasDem Ahmad Ali justru melihat Anies sebagai penggabungan karakter SBY dan Jokowi.(*)

“Ya kalau itukan pandangan dia, tidak bisa disamakan dengan pandangan NasDem. Ya kami melihat Anies ini dia berhati-hati seperti SBY dan dia tanggap, gesit, cepat soal keputusan seperti Jokowi. Jadi penggabungan dua figur yang menurut saya ada pada Anies,” tutur Ali kepada wartawan, Kamis (2/2). (*)