SEB. PALINGGAM, METRO–SMP Negeri 35 Padang siap menjalankan rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang yang akan menerapkan Full Day School di SMP. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang mengatur sekolah 8 jam sehari selama 5 hari (Senin sampai Jumat).
Kepala SMP 35 Padang Zulfarno, mengatakan saat ini jumlah siswa sebanyak 475 dengan 16 rombel. Dengan rincian, kelas VII sebanyak 6 kelas, kelas VIII sebanyak 5 kelas dan kelas IX dengan 5 kelas. Untuk penerapan Full Day School, pihak sekolah pun membicarakan dengan para orang tua siswa.
“Sebelumnya kita sudah sosialisasi dengan orang tua siswa, kemudian kesiapan orang tua itu bagaimana memberikan perbekalan selama berlangsung di sekolah, perlengkapan ibadahnya, antar jemput anak sekolah itu yang perlukan,” kata Zulfarno.
Sementara itu di sekolah juga disiapkan sarana prasarana (sapras), seperti untuk shalat berjamah di mushalla secara bergantian. “Untuk saat ini untuk bisa menampung shalat berjamah serentak belum bisa, karena mushallanya kecil. Kita butuh mushalla lebih besar sehingga semua anak-anak bisa berjamaah tepat waktu. Kita sudah usulkan melalui rokorbang dan aspirasi ke anggota DPRD Kota Padang, mudah -mudahan usulannya bisa terealisasi,” ujarnya.
Dikatakan Zulfarno, Full Day School untuk Kota Padang, SMP 35 siap mendukung dengan kegiatan seperti penguatan pendidikan karakter murid melalui pelaksanaan shalat zuhur dan ashar berjamaah. Menguatkan karakter peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuker, pembentukan krater anak, budaya Minangkabau.
Diharapkan dengan kegiatan tersebut bisa mengembangkan potensi anak seperti olah raga, kesenian, pencat silat. Rencananya, nanti juga ada shalat dhuha, kultum usai shalat zuhur. Kemudian, untuk siswa yang belum bisa mengaji, akan dibuatkan TPA.
“Kita juga memberikan belajar budaya bangsa di museum atau sanggar seni budaya juga menghadirkan mental sportif dengan olahraga. Diharapkan aktivitas belajar peserta didik tidak membosankan karena dilakukan secara tatap muka di kelas saja, namun dapat lebih menyenangkan karena melalui beragam metode belajar yang dikelola guru dan sekolah,” ulasnya.
Di sisi lain, Zulfarno mengungkapkan, saat ini sekolah membutuhkan ruang Tata Usaha, ruang UKS, ruang OSIS, dan bangunan yang satu tingkat bisa menjadi dua atau 3 tingkat. “Alhamdulillah kita dapat bantuan rehab labor dan pagar dari Dinas Pendidikan Kota Padang, tinggal pelaksanaan saja lagi,” pungkas Zulfarno. (ped)






