METRO PESISIR

Nasi Bungkus dan Selimut Dibagikan untuk Korban Banjir di Padangpariaman

0
×

Nasi Bungkus dan Selimut Dibagikan untuk Korban Banjir di Padangpariaman

Sebarkan artikel ini
KORBAN BANJIR— Bupati Padangpariaman Suhatri Bur turun langsung melihat kondisi warganya yang terdampak bencana banjir dan longsor, Senin (23/1) malam.

PDG.  PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur bersama Sekda Rudy Refenaldi Rilis, kemarin, mengunjungi beberapa titik bencana yang terjadi karena hujan lebat yang terjadi sepanjang Senin kemarin.  Dalam kunjungan menemui korban rumahnya tertimpa tanah longsor hingga kini.  Kunjungan ini dilakukan untuk melihat dan memastikan secara langsung keadaan warga yang terdampak banjir dan longsor. Hingga bertanggang semalam sun­tuk, Bupati Suhatri Bur didampingi Sekda Rudy Repenaldi Rilis dan kepala Organisasi Perangkat Da­erah (OPD) terkait, memantau 15 titik bencana di 5 kecamatan.

Bupati Padangpariaman Suhatri Bur yang juga Ketua DPD PAN Padangpariaman ini, memantau kondisi titik bencana di Kecamatan Nan Sabaris, Kecamatan Ulakan, Kecamatan Batang Anai, dan Lubuk Alung, serta titik bencana longsor di Kecamatan VII Koto. Dalam kunjungannya tersebut, Bupati melakukan komunikasi langsung dengan warga yang terdampak bencana.

Pada kesempatan itu, Suhatri Bur menyampaikan rasa empati yang dalam. Dia mengajak warga untuk tetap bersabar dan meningkatkan rasa tawakal kepada Allah. Pesannya, bahwa setiap bencana yang terjadi adalah atas kehen­dak yang maha kuasa. Namun dia mengingatkan, agar warga tetap hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan untuk segala kemungkinan yang terjadi.

”Insya Allah setiap ben­cana itu ada hikmah yang bisa menjadi pelajaran dan teguran kepada kita semua. Mari kita sama berdoa, untuk bencana ini cepat berakhir dan ma­syarakat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya memotivasi, saat kunjungan ke beberapa titik pengungsian sementara di beberapa titik bencana, dini hari Selasa  kemarin.

Di samping memberi motivasi dan menyema­ngati warga, Bupati Suhatri Bur juga memberi bantuan seadanya untuk warga yang terdampak banjir dan longsor tersebut. Bupati membagikan nasi bung­kus dan juga kebutuhan selimut yang diserahkan langsung kepada korban bencana dan beberapa kebutuhan lainya yang mendesak dibutuhkan korban saat itu.

Untuk penanganan le­bih lanjut, Bupati Suhatri Bur menginstruksikan kepada seluruh OPD terkait untuk mengambil peran masing-masing. Dia berharap, korban yang terdampak bencana tidak boleh dibiarkan berlama-lama di tempat pengungsian. Karena akan menambah bencana berikutnya seperti penyakit dan gangguan kesehatan lainya.

Di samping peran BPBD terus ditingkatkan, beberapa OPD langsung me­nindaklanjuti instruksi ter­sebut. Dinas Sosial P3A langsung mendirikan da­pur umum di beberapa titik dan Dinas Kesehatan mendirikan Posko Kesehatan untuk melayani peme­riksaan para korban yang terdampak bencana. Demi­kian juga Dinas PUPR me­ngerahkan beberapa unit alat untuk melakukan eva­kuasi dan sejenisnya.

”Semua daerah yang terkena bencana harus di cek kesehatan seluruh warganya, untuk memastikan ma­syarakat tetap dalam kondisi sehat,” ungkap Suhatri Bur menegaskan.

Ikut hadir mendampingi Bupati Suhatri Bur Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) El Abdes Mar­syam, Kepala Dinas Kesehatan dr. Aspinudin, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padangpa­riaman Helmi. Tampak juga ikut mendampingi camat dan wali nagari di kecamatan setempat.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padangpariamanm melaporkan kejadian bencana alam tersebut terjadi pada berberapa titik, di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh Lubuak, Kecamatan Lubuk Alung. Kondisi Banjirnya  merendam beberapa rumah warga dan beberapa warga terjebak dan korban jiwa tidak ada.

Kemudian Korong Pa­sa Limpato, Nagari Limpato Sungai Sariak, Kecamatan  VII Koto dengan jenis bencana pohon tum­bang/angin kencang/puting beliung tertimpa  1 unit rumah warga tidak ada korban jiwa Selanjutnya, Korong Balah Aie, Nagari Anduriang, Kec: 2 x 11 Kayu Tanam dengan jenis bencana : tanah longsor dengan dampak  menimbun badan jalan korban jiwa tidak ada.

Korong Rimbo Kalam, Nagari Anduriang, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam dengan jenis bencana tanah longsor nerdampak menimbun 1 unit rumah warga.

Korban jiwa penghuni rumah 5 orang yang keluar dari baru 4 o­rang. 1 orang belum dike­tahui dan berberapa lokasi lainnya. peristiwa terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi sehingga terjadi hujan lebat sebagian besar wilayah Padangpa­riaman dan naiknya debit air di beberapa sungai, beberapa titik banjir dan ta­nah longsor Dan angin yang kencang menyebabkan ada beberapa titik pohon tumbang. (efa)