AGAM/BUKITTINGGI

Marak Kasus Gagal Ginjal Akut, Erman Safar: Jangan Sampai Salah Obat

0
×

Marak Kasus Gagal Ginjal Akut, Erman Safar: Jangan Sampai Salah Obat

Sebarkan artikel ini
Erman Safar Wali Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bu­kit­tinggi,melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah antisipasi terkait merebaknya kasus gagal ginjal akut, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menegaskan agar jangan sampai salah memberikan obat ke warga.

“Waspada, ni penyakit berbahaya yang bisa menimpa anak anak kita, jangan sampai salah dan sembara­ngan memberi obat kepada anak, kepada warga kami imbau untuk berikan obat yang sesuai resep dokter pada anak yang tengah sakit. Jangan sembarangan,” kata Wako menegaskan.

Ia memerintahkan kepada seluruh instansi kesehatan agar tetap waspada dan memberikan pengawasan dan sosialisasi yang harus ditingkatkan kepada ma­syarakat.

Baca Juga  Panen Raya Sawah Pokok Murah, Bupati Agam: Hasil Lebih Tinggi, Biaya Lebih Rendah

Kepala Dinas Kesehatan, Linda Faroza mengatakan, pihaknya meningkatkan pe­ngawasan terkait hal ini dan mengungkap belum ditemukan kasus terbaru di RSUD.

“Sejauh ini belum ada laporan terkait kasus ini di RSUD Bukittinggi, tapi kita tetap tingkatkan kewaspadaan, beberapa kasus yang terungkap ada di Rumah Sakit M. Djamil Padang,” kata Linda Faroza.

Ia mengatakan tetap me­nunggu arahan dari pusat maupun provinsi untuk menyikapi kasus yang menghebohkan ini.

“Kita gencarkan edukasi ke tengah masyarakat, jika menemukan gejala tidak biasa pada anak, orang tua diharap segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Linda.

Baca Juga  Kabar Menggembirakan, Kakek 60 Tahun Positif Covid-19 Sembuh

Selain itu Dinkes Bukittinggi mengimbau agar orang tua tidak sembarangan memberikan obat kepada anak tanpa rekomendasi dari dokter.

“Intinya kita tetap men­cermati perkembangan yang terjadi setiap saat,” ujarnya.

Sebelumnya Dinkes Sumbar mengumumkan sebanyak 12 anak meninggal dunia akibat mengidap kasus gagal ginjal akut misterius.

Kasus ini didominasi anak usia satu hingga lima tahun dengan gejala klinis berupa demam, diare dan infeksi saluran pernafasan dengan gejala yang ber­kembang menjadi gagal ginjal. (pry)