METRO PADANG

Kembangkan Hasil Belajar Siswa secara Holistik, 36 SMA di Sumbar menjadi Sekolah Penggerak

0
×

Kembangkan Hasil Belajar Siswa secara Holistik, 36 SMA di Sumbar menjadi Sekolah Penggerak

Sebarkan artikel ini
TANDA TANGAN PRASASTI— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah membubuhkan tanda tangan pada prasasti SMAN 2 Bukittinggi yang dijadikan cagar budaya nasional.

PADANG, METRO–Dinas Pendidikan Sumbar men­dorong SMA dan SMK di Sum­bar menjadi sekolah peng­gerak. Langkah itu guna me­ning­katkan kualitas pendidikan di da­erah ini.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (lite­rasi dan numerasi) dan karakter, yang diawali dengan SDM yang unggul, seperti kepala sekolah dan guru-gurunya.

“Jika sebelumnya sekolah ung­gul itu ukurannya ada sarana dan prasarana pendukung yang ada di sekolah tersebut. Sekarang tidak, yang menjadi tolak ukurnya adalah prestasi tenaga pendidiknya. Terutama ke­pala sekolah,” sebut Gu­ber­nur Mahyeldi An­sha­rullah melalui Kepala Bi­dang Pembinaan SMA, Di­nas Pendidikan Sumbar, Mah­yan, kemarin.

Saat ini sudah ada 36 sekolah penggerak di Sumbar. Ditetapkan melalui tiga tahap. Yakni, tahap I tahun ajaran 2021/2022 Sumbar mendapatkan 10 sekolah penggerak. Pada tahap II tahun ajaran 2022/2023 seba­nyak 16 sekolah kemudian tahap III 2023/2024 Sum­bar mendapat 10 se­kolah penggerak.

Sekolah tersebut yakni, SMAN 2 Padang, SMAN 7 Padang, SMAN 9 Padang, SMAN 15 Padang, SMAN 1 Tilatang Kamang, SMAN 1 Suliki, SMAN 1 Akabiluru, SMAN 2 Lintau Buo dan SMAS Nurul Excelent Nurul Ikhlas.

Baca Juga  Konser Indonesia Maju di Tanah Datar ‘Petjah’ 20 Ribu Orang Teriak Prabowo Presiden

Kemudian tahap II, yak­ni SMAN 1 Canduang, SMAN 1 Palembayan, SMAN 1 Timpeh, SMAN 1 Pulau Punjung, SMAN 1 Harau, SMAN 1 Guguak, SMAN 1 Situjuh Limo Nagari, SMAN 1 Bayang, SMAN 1 Pancung Soal, SMAN 3 Solok Selatan, SMAN 8 Padang, SMAN 10 Padang, SMAN 11 Padang, SMAN 13 Padang dan SMAN 3 Kota Sawahlunto.

Tahap III, terdiri SMAN 1 Pagai Utara Selatan, SMAN 1 Siberut Tengah, SMAN 1 Bukit Sundi, SMAN 1 Gunung Talang, SMAN 3 Batu Sangkar, SMAN 5 Bukittinggi, SMAN 6 Pariaman, SMAN 2 Sawahlunto dan SMA IT Al-Fath.

“Jadi sekolah tersebut sudah bagus-bagus, jangan orang tua siswa masih fokus dengan sekolah-se­kolah unggulan lama. Kalau di Kota Padang, seperti SMA 1 Padang, SMA 3 dan SMA 10, tapi sudah banyak sekolah lainnya lebih baik,” ujarnya.

Program Sekolah Penggerak mengakselerasi se­kolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program ini dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh se­ko­lah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

Baca Juga  MTQ ke-39 Tingkat Kecamatan Kuranji, Persiapan sudah Mencapai 80 Persen

Jika ditetapkan menjadi sekolah penggerak, ma­ka akan ada pendampingan konsultatif dan asimetris dari Kementrian Pendidikan.

Penguatan sumber daya manusia di sekolah. Penguatan kepala sekolah, pengawas sekolah, pemilik, dan guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud.

“Pembelajaran dengan paradigma baru. Pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di da­lam dan luar kelas,” katanya.

Perencanaan berbasis data. Manajemen berbasis sekolah, yakni perenca­naan berdasarkan refleksi diri satuan pendidikan. Digitalisasi Sekolah. Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengu­rangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pen­de­katan yang disesuaikan.

Sekarang sekolah berada di bawah kewenangan Pemprov Sumbar sebanyak 714 sekolah. Jumlah itu terdiri dari 236 SMA negeri, 99 SMA swasta, 114 SMK negeri dan 111 SMA swasta. Sisanya SLB 29 negeri dan 135 swasta. (fan)