METRO BISNIS

Majukan Sektor Pertanian, Program Electrifying Agriculture PLN Raih Penghargaan

0
×

Majukan Sektor Pertanian, Program Electrifying Agriculture PLN Raih Penghargaan

Sebarkan artikel ini
penghargaan--PT PLN (Persero) meraih penghargaan Community Empowerment of The Year dalam ajang Marketers Editor’s Choice Award 2022.

Jakarta, METRO–PT PLN (Persero) me­raih penghargaan Community Empowerment of The Year dalam ajang Marke­ters Editor’s Choice Award 2022 atas kesuksesan perseroan menjalankan program Electrifying Agriculture. Salah satu inovasi perusahaan ini berhasil mem­bawa sektor pertanian kian modern dan me­ningkatkan kesejahteraan petani.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo me­ngatakan, PLN telah m­e­laksanakan berbagai i­no­vasi untuk meningkatkan penjualan listrik di tengah kebangkitan ekonomi saat pandemi yang masih berlangsung, salah satunya adalah Electrifying Agriculture.

“Inovasi ini merupakan bagian dari tranformasi yang kami jalankan untuk mendorong pertumbuhan penjualan listrik. Penghargaan ini merupakan buah dari kegigihan insan PLN dalam melaksanakan i­novasi serta menjadi pe­macu agar kita lebih inovatif dan bekerja keras,” tutur Darmawan.

Baca Juga  Hayati Gelar PCX Heritage, Ajang Perkuat Hubungan antar Komunitas

Tak hanya mampu men­dongkrak konsumsi listrik,  kehadiran Program Electrifying Agriculture juga telah berhasil meningkatkan produktivitas sehingga mendongkrak kesejahteraan para petani pe­tani.

“Program Electrifying Agriculture memberikan banyak manfaat pada sektor pertanian, dengan menggunakan peralatan bersumber energi listrik maka minim polusi udara, lebih efisien dan efektif, serta dapat meningkatkan produksi pertanian,” paparnya.

Besarnya manfaat yang dirasakan membuat  program Electrifying Agriculture diminati pegiat pertanian. Hal ini terlihat dari penambahan jumlah pe­langgan Electrifying Agriculture hingga bulan Agustus 2022 sebanyak 185.720 pelanggan. Sedangkan total daya tersambung pe­langgan Electrifying Agriculture pada periode yang sama sebesar 3.089 MVA.

Baca Juga  BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 4 Persen pada 2026, Pemulihan Infrastruktur Pertanian dan Penguatan UMKM jadi Kunci

Ketua Kelompok Tani Sumber Tani Desa Waimital, Muhammad Faturahman menjadi salah satu petani yang merasakan keuntungan memanfaatkan listrik dari Program Electrifying Agriculture, berupa penghematan biaya 37 persen untuk penggilingan pa­di dibanding dengan menggunakan BBM.

Faturahman menjelaskan, sebelumnya ia mesti mengeluarkan biaya Rp 16 juta hingga Rp 20 juta per musim tanam ketika menggunakan bahan bakar mi­nyak (BBM) atau solar. Kini, ia bisa menghemat Rp 10 juta hingga Rp 12 juta sejak menggunakan listrik PLN. (ade)