Barcelona menghadapi Inter Milan di Camp Nou pada laga matchday keempat Grup C Liga Champions, Kamis (13/10) dini hari WIB. Drama enam gol lahir dalam pertandingan ini, dimana kejar mengejar gol terjadi hingga laga berakhir imbang 3-3.
Tuan rumah unggul 1-0 saat babak pertama tuntas. Mereka memimpin dari gol Ousmane Dembele pada menit ke-40. Pada babak kedua, Inter bisa berbalik memimpin. Mereka mencetak dua gol melalui Nicolo Barella (menit ke-50) dan Lautaro Martinez 63′).
Barcelona kemudian tampil menekan memburu gol penyama kedudukan. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-82 melalui gol dari Robert Lewandowski.
El Barca sempat kecolongan kembali pada menit ke-89 dari gol Robin Gosens. Lewandowski kemudian menyelamatkan Barcelona dari kekalahan berkat golnya di menit ke-90+2.
Skor 3-3 mengakhiri 90 menit. Hasil imbang ini bikin Inter saat ini mengumpulkan tujuh angka di posisi kedua. Sementara, Barcelona di urutan ketiga dengan empat poin.
Tuan rumah tampil dominan di awal laga. Sementara, Inter memilih bermain menunggu. Si Ular bertumpu pada serangan balik.
Barcelona membuka ancaman melalui Robert Lewandowski. Henrikh Mkhitaryan menjadi penyelamat Inter dengan berada di posisi yang tepat berdiri di garis gawang menghalau sundulan Lewandowski.
Meski tak banyak menguasai bola, serangan Inter tak kalah berbahaya. Mereka hampir saja memimpin di menit ke-16. Umpan Hakan Calhanoglu bisa disambar oleh Edin Dzeko. Namun, sepakan Dzeko masih membentur tiang.
Pada menit ke-27, Barcelona mencoba lewat tembakan jarak jauh Ousmane Dembele. Andre Onana masih sigap untuk menepis bola.
Serangan cepat Inter kembali menembus lini pertahanan Barcelona di menit ke-29. Denzel Dumfries punya ruang di sisi kanan usai mendapat bola dari Nicolo Barella. Marc-Andre ter Stegen tampil gemilang dengan menepis bola menggunakan satu tangan.
Raphinha membuang peluang emas di depan gawang di menit ke-35. Tak terkawal, tembakannya menyambut umpan silang justru melebar.
Terus menyerang, Barcelona akhirnya bisa memecah kebuntuan di menit ke-40. Sergi Roberto terbebas di halfspace sisi kanan menerima umpan dari Raphinha. Ia menyodorkan bola yang bisa disontek Dembele menjadi gol. Skor 1-0 untuk Barcelona bertahan hingga turun minum.
Umpan panjang Alessandro Bastoni menjangkau Barella. Mengontrol bola dengan baik, Barella melepas sepakan keras yang tak terbendung Ter Stegen. Inter bisa menyamakan kedudukan lima menit selepas jeda.
Gol Barella memberikan momentun untuk Inter tampil lebih berani menyerang. Pada menit ke-57, Ter Stegen harus bekerja keras menepis tembakan Lautaro Martinez.
Martinez benar-benar membawa Inter balik memimpin di menit ke-63. Ia dengan baik menerima umpan dari panjang Hakan Calhanoglu. Lautaro bisa mengecoh Eric Garcia sebelum menceploskan bola ke gawang Barcelona.
Tertinggal, Barcelona mengurung pertahanan Inter. Lewandowski punya peluang di menit ke-70. Namun, tembakannya dari sisi kanan kotak penalti bisa ditepis Onana.
Lewandowski akhirnya bisa mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-82. Memanfaatkan bola liar halauan bek Inter, Lewandowski melepas tembakan yang membentur Bastoni. Bola yang berbelok arah mengecoh Onana.
Barcelona dominan di menit akhir mengejar gol kemenangan. Namun, mereka justru kembali kecolongan lewat serangan balik cepat Inter pada menit ke-89.
Umpan panjang Onana menjangkau Lautaro. Ia lalu memberikan bola ke Robin Gosens. Gosens bisa menuntaskannya menjadi gol dari sisi kiri kotak penalti.
Lewandowski menjadi penyelemat Barcelona. Ia mencetak gol di menit akhir dari sundulan menyambut umpan silang Eric Garcia, hingga akhirnya skor 3-3 menutup laga.
Hasil ini membuat Barcelona tertahan di peringkat ketiga Grup C dengan perolehan empat poin dari empat laga. Sementara Inter bertahan di posisi kedua dengan tujuh poin.
Sementara Bayern Munchen semakin kukuh di puncak klasemen dengan nilai sempurna, yakni 12 poin dari empat pertandingan. Adapun Viktoria Plzen jadi tim juru kunci hasil dari empat kekalahan beruntun.
Barcelona dipastikan turun kasta ke Liga Europa jika Inter sukses mengalahkan Plzen di matchday kelima, 26 Oktober mendatang. Sementara Inter Milan berhak mendampingi Bayern yang lebih dulu memastikan satu tempat ke babak 16 besar.
Jika Inter kalah dari Bayern di laga terakhir, dengan skenario tersebut, Inter bakal tetap unggul head to head atas Barcelona sekalipun tim asal Catalunya itu meraup dua kemenangan beruntun. Inter dan Barcelona akan sama-sama mengoleksi 10 poin.
Namun Barcelona masih punya kesempatan lolos ke fase gugur jika Inter terpeleset di dua laga tersisa. Dengan catatan, Barcelona memenangi dua laga terakhir lawan Bayern dan Plzen.
Kapten Barcelona Sergio Busquets mengaku khawatir moral pemain Los Cules anjlok setelah gagal menang di matchday keempat Champions League, mengingat akhir pekan ini mereka akan menghadapi Real Madrid di laga klasik bertajuk El Clasico.
“Ini mengecewakan. Itu adalah grup yang sulit tetapi kami berharap untuk tampil lebih setelah semua penandatanganan yang telah dibuat. Ini tidak matematis (sudah selesai) tetapi sangat sulit,” kata Busquets.
“Kami tidak efektif di area dan Anda membayar untuk itu di Liga Champions. Itu adalah kepala atau ekor dan itu berjalan buruk bagi kami di babak kedua,” jelasnya dikutip Football Espana.
“Gol pertama mereka memberi mereka dorongan dan mengambil sesuatu dari kami dan kami tertinggal di belakang. Rasanya seperti ketika mereka mencetak gol, itu adalah kekacauan.”sambungnya.
Minggu (16/10), Barcelona akan melakoni El Clasico kontra Real Madrid. Jelang laga di Santiago Bernabeu tersebut, Busquets khawatir moral pemain Barcelona drop usai laga kontra Inter. “Jelas bahwa ini bisa mempengaruhi moral kami menjelang El Clasico. Kami harus bangkit. ”pungkasnya. (*/rom)





