BERITA UTAMA

Kunjungi RDF Cilacap, Wako Hendri Septa Siap Tangani Persoalan Sampah di Padang

0
×

Kunjungi RDF Cilacap, Wako Hendri Septa Siap Tangani Persoalan Sampah di Padang

Sebarkan artikel ini
PENGOLAHAN SAMPAH— Wali Kota Padang, Hendri Septa mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) milik Pemkab Cilacap.

CILACAP, METRO–Wali Kota Padang Hendri Septa dan jajaran terus berupaya keras menangani persoalan sampah di Kota Padang. Hal itu mengingat, jumlah sampah Kota Padang yang masuk ke TPA Aie Dingin per harinya mencapai sebanyak 500-550 ton per hari. Kondisi ini pun tentu sangat memerlukan penanganan secara serius, apalagi berdasarkan hasil perhitungan dan analisis, diperkirakan TPA Aie Dingin ini akan penuh di tahun 2026.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan kunjungan ke Kabupaten Cilacap, Ja­wa Tengah untuk melihat secara langsung sistem penanganan sampah di daerah ini. Kita tahu Cilacap merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang penanganan sampahnya sudah berjalan menggunakan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel),” ung­kap Hendri Septa.

Hal itu disampaikan Wa­ko Hendri Septa kepada awak media usai mela­kukan acara Koordinasi dan Konsultasi Pemanfaatan Sampah dengan Metode RDF bersama Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dan jajaran di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati Cilacap, Selasa (11/10).

Terlihat hadir mendampingi Bupati Cilacap saat itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan M Wijaya, Kepala Dinas Ling­kungan Hidup Sri Murni­yati, Pimpinan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Soni Asrul Sani beserta jajaran serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap dan tamu undangan lainnya.

Sementara di dalam rombongan Wali Kota Pa­dang hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mairizon, Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar beserta jajaran dan sejumlah kepala OPD terkait lainnya di lingku­ngan Pemerintah Kota (Pem­ko) Padang.

Baca Juga  Hindari Penyebaran Covid-19, Andre: NA-IC Mendaftar ke KPU Sumbar lebih Cepat

Wako Hendri menyampaikan, maksud dan tujuan dari kunjungan pihaknya ke Kabupaten Cilacap yaitu untuk mempelajari dan mengadopsi teknologi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST RDF) milik Pem­kab Cilacap yang kini menjadi primadona di Tanah Air.

Seperti diketahui, metode RDF merupakan salah satu metode dalam pemanfaatan sampah dengan memberikan perlakuan sehingga sampah dapat men­jadi bahan bakar/salah satu sumber energi. Melalui metode ini, sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi menggantikan batu bara sehingga pemakaian batu bara juga dapat berkurang.

“Saat ini kita di Kota Pa­dang harus mengatasi 4 juta ton sampah. Semoga pertemuan kali ini menjadi cikal bakal kami untuk dapat men­contoh manajemen suk­ses­nya Pemkab Cilacap dalam mengolah sampah menggunakan metode TPST RDF tersebut,” ungkapnya.

Wako Hendri Septa juga membeberkan, terkait kesiapan Pemko Padang untuk menggunakan metode RDF yaitu sudah memiliki kajian studi kelayakan (FS) yang dibuat oleh Universitas Andalas (Unand) pada November 2020 lalu.

Selain itu, juga telah membuat kesepakatan ber­sama dengan PT Semen Padang pada 6 desember 2021 untuk pemanfaatan hasil pengolahan sampah dengan teknologi RDF. Hal itu diperkuat dengan telah disiapkannya lahan sebagai lokasi RDF-Plant di TPA Aie Dingin seluas 3-4 hektare.

“Keuntungan pengelolaan sampah dengan RDF bagi Kota Padang yaitu sampah menjadi bahan bakar pengganti batubara oleh PT. Semen Padang. Kemudian mengurangi tim­­bulan gas methan dan gas rumah kaca lainnya yang bersumber dari timbunan sampah. Selain itu TPA dapat diperpanjang masa pakainya dan upaya pencarian lahan baru sebagai lokasi TPA dapat ditunda,” pungkas orang nomor satu di Kota Padang tersebut 

Baca Juga  2 Pengedar Sabu Jadikan Salon Tempat Transaksi di , Kecamatan Pariaman Selatan

Sementara itu Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengaku menyambut baik atas kunjungan Wali Kota Padang dan rombongan di Kabupaten Cilacap. Dia menjelaskan, dalam mengolah sampah menjadi bahan bakar menggu­nakan metode TPST RDF pihaknya telah bekerjasama dengan PT SBI sebagai off-taker RDF. 

“Kita telah menggu­nakan teknologi RDF sejak 2 tahun yang lalu, namun proses mendapatkan tek­nologi ini telah dimulai sejak 12 tahun yang lalu. De­ngan metode RDF ini kami. mampu mengolah 150 ton sampah per hari dan di tahun ketiga mendatang target sampah yang diolah mencapai 200 ton per hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas ini merupakan yang pertama di Indonesia atas dana hibah dari Pemerintah Kerajaan Denmark dan PT SBI yang ditunjuk sebagai operator. 

“Saat ini TPA di Kabupaten Cilacap tidak ada penambahan sampah lagi karena semua sampah yang dihasilkan oleh 11 kecamatan dari total 24 kecamatan di Cilacap sudah diolah di RDF-Plant dan kemudian digunakan sebagai substitusi batubara oleh Pabrik semen PT SBI,” tukas Bupati Tatto.

Setelah acara ramah tamah di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati Cilacap, rombongan Wali Kota Pa­dang langsung meluncur ke lokasi TPST RDF yang dikelola oleh DLH Kabupa­ten Cilacap dan PT SBI guna melihat dan mempelajari secara langsung metode pengolahan sampah di da­erah tersebut. (*/tin)