PARIWARA

Usai ke-23 Tahun Kabupaten Kepuluan Mentawai, “Bangkit Lebih Kuat Menuju Mentawai Mandiri, Maju dan Sejahtera  

0
×

Usai ke-23 Tahun Kabupaten Kepuluan Mentawai, “Bangkit Lebih Kuat Menuju Mentawai Mandiri, Maju dan Sejahtera  

Sebarkan artikel ini
KALUNGI BUNGA— PJ Bupati Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan dikalungi bunga.

Dalam usianya yang 23 tahun Kabupaten Kepulaun Mentawai dengan julukan “Bangkit Lebih Kuat Menuju Mentawai Mandiri, Maju dan Sejahtera” itu diharapkan dapat terus mengembangkan pembangunan serta meningkatkan stimulus program-program pemerintah, utamanya yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan.

Dalam HUT Mentawai, PJ Bupati Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan meresmikan peluncuran buku biografi tokoh Sumatera Barat pada momen Refleksi 2 dekade Kepulauan Mentawai beberapa waktu lalu. Dengan berjudul “Biografi Tokoh Su­matera Barat”. Harapan itu disampaikan Pj Bupati Mentawai, Martinus Dahlan saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Pada Momen Refleksi Dua Dekade di ruangan Aula Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai

Martinus Dahlan menegaskan peringatan Hari Jadi Mentawai kali ini, merupakan bentuk refleksi dan evaluasi terhadap 23 tahun Kabupaten Kepulauan Mentawai serta menjadi komitmen baru dalam pembangunan Men­tawai pada masa-masa yang akan datang.

Bupati Kepulauan Mentawai, Martinus Dah­lan mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama bekerja keras mengejar peluang yang ada untuk mewujudkan percepatan pembangunan. “Pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, telekomunikasi, dan SDM masih terbatas. Kita harus segera bangkit dan mengejar ketertinggalan dibandingkan Kabupaten lainnya di Pro­vinsi Sumbar,” ujar Martinus Dahlan di Tuapejat, Selasa (4/10).

“Mari tingkatkan sinergitas dalam pembangu­nan. Buang jauh-jauh sikap malas, pesimis, saling menjatuhkan, saling membenci, acuh tak acuh, apatis, dan sikap yang me­ngarah ke perpecahan. Ba­ngun sikap optimis dan atmosfir kerjasama yang baik sehingga cita cita bersama yang ingin kita capai dapat terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Yudas Sabaggalet, selaku tokoh masyarakat mengingatkan agar Pemerintah bersama stakeholder dan masyarakat menjaga dan merawat kebersamaan dan kekompakan dalam kebhinekaan demi melanjutkan perjuangan di masa akan datang. “Sesama warga jangan sampai terjadi konflik, bahkan sampai merusak pembangunan. Kita harus bersatu, bangkit lebih kuat menghadapi tantangan ke depan yang lebih berat,”ujarnya. (rul)