PAYAKUMBUH/50 KOTA

Dinsos Payakumbuh Gelar Bimtek Karang Taruna, ”Karang Taruna Jangan ada Saat Acara 17-an saja”

0
×

Dinsos Payakumbuh Gelar Bimtek Karang Taruna, ”Karang Taruna Jangan ada Saat Acara 17-an saja”

Sebarkan artikel ini

BALAIJARIANG, METRO–Guna mengoptimalkan peran dan fungsi karang taruna di tengah-tengah ma­syarakat, Dinas Sosial Kota Payakumbuh mengangkatkan kegiatan bimbi­ngan teknis bagi pengurus Karang Taruna se-Kota Pa­ya­kum­buh, di Aula SKB Kota Payakumbuh, Balai Jaring Kecamatan Payakumbuh Timur, Rabu-Jumat (12-14/10).

Acara dibuka secara res­mi oleh Pj. Walikota Payakumbuh diwakili Staf Ahli Herlina didampingi Kepala Dinas Sosial, Irwan Suwandi. Hadir dalam acara tersebut Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Barat Terpilih Mahdianur Musa di­dampingi Ketua Karang Ta­runa Kota Payakumbuh Terpilih, Yonnaldi.

Dalam arahan yang dibacakan Staf Ahli Walikota, Pj. Walikota Payakumbuh Rida Ananda meminta organisasi karang taruna agar hadir secara aktif dalam usaha-usaha mengatasi perma­salahan sosial yang ada disekitarnya. Karang taruna jangan hanya hadir dalam momentum-momentun tertentu saja.

“Selama ini cukup ba­nyak kita lihat, kegiatan ka­rang taruna hanya sebatas perayaan 17-an agustus saja, atau acara MTQ di bulan ramadan. Setelah itu sulit kita melihat peran karang taruna di masyarakat, padahal se­ke­lumit persoalan sosial dan kemasyarakatan menunggu tangan-tangan kreatif generasi muda yang berhimpun dalam karang taruna,” ujar Pj. Walikota Rida Ananda.

Dikatakan, pihaknya berharap agar Karang Taruna di Kota Payakumbuh dapat memainkan peran sebagai potensi dan sumber kesejahteraan sosial dalam me­laksanakan pembangunan kesejahteraan sosial dan melaksanakan pelayanan sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kota Payakumbuh.

“Dengan harapan tersebut kita mengedepankan paradigma baru Karang Taruna. Membantu orang lain berarti memajukan diri sendiri, menyelamatkan o­rang lain berarti menyelamatkan diri sendiri dengan artian Karang Taruna tidak ha­nya fokus pada pengembangan organisasi maupun anggota semata tetapi pada pe­ngembangan masyarakat Kota Payakumbuh secara u­mum,” tambah Rida Ananda.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh dalam sambutannya meminta agar setiap pengurus dan anggota karang taruna mengasah terus jiwa sosial mereka. Dikatakan, peran pekerja sosial masya­rakat baru bisa dijalankan karang taruna jika pengurusnya sudah memiliki empati sosial yang baik.

“Pengurus karang taruna harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi, tanpa itu, mustahil bisa bergerak mem­bantu sesama jika jiwa sosialnya tak terasah,” tegas Kadis Sosial Irwan.

Ditambahkan, pelaksanaan Bimtek kekarang ta­runaan tersebut disamping mengasah kepekaan sosial para pengurus juga ditujukan untuk meningkatkan kapasitas para pengurus agar memahami tugas dan fungsi mereka sebagai pengurus karang taruna.

“Melalui Bimtek Karang Taruna ini, diharapkan setiap peserta akan memiliki kapasitas yang cukup untuk dapat menyukseskan tujuan karang taruna sekaligus menjawab tantangan membantu menyelesaikan ber­bagai persoalan sosial terutama kemiskinan yang ada disekitar mereka,” pungkas Irwan.

Sementara Ketua Ka­rang Taruna Provinsi Sumatera Barat Mahdianur Musa dalam arahannya meminta karang taruna untuk bangkit dan bergerak. Dikatakan, organsisasi karang taruna lahir dari kesadaran warga karana taruna akan tanggungjawab sosial mereka.

“Dukungan dana dari pemerintah kita perlukan. Akan tetapi, ada atau tidak ada dana dari pemerintah, karang taruna harus terus bergerak dan berbuat bagi masyarakat, karena orga­nisasi ini lahir dari kesadaran dan kesetiakawanan sosial anggotanya. Itu mo­dal utama kita,” tegas Mahdianur Musa disambut tepuk tangan peserta Bimtek.

Kegiatan Bimtek Karang Taruna tersebut diikuti oleh perwakilan pengurus Ka­rang Taruna Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Payakumbuh sebanyak lebih ku­rang 130 peserta. (uus)