TANAHDATAR, METRO–Tragis. Empat orang tukang bangunan yang sedang bekerja tiba-tiba tertimpa fondasi pagar pembatas yang runtuh di lapangan bola Lima Kaum, Kabupaten Tanahdatar, Selasa (11/10) sekira pukul 16.00 WIB. Insiden itu sontak membuat masyarakat setempat geger.
Apalagi, satu orang pekerja tewas dengan kondisi tertindih beton yang roboh dengan bobot yang sangat berat. Sementara, tiga pekerja mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ali Hanafiah untuk mendapatkan pertolongan medis.
Bahkan, proses evakuasi korban yang tewas membutuhkan waktu hampir satu jam. Tim gabungan bersama warga berusaha menggali tanah di sekitar tubuh korban dan memecahkan tembok agar korban bisa dikeluarkan dari himpitan tembok.
Hanya kepala korban yang kelihatan dengan posisi telungkup. Sedangkan tubuhnya sudah tertutup dan tertimpa tembok berukuran besar tersebut. Setelah berhasil dikeluarkan, jasad korban selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong jenazah lalu dievakuasi dari lokasi.
Kapolsek Lima Kaum Iptu Fitrianto mengatakan, setelah pihaknya mendapatkan laporan adanya insiden kecelakaan kerja itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan kepada para korban. Hanya saja, satu orang pekerja tidak bisa diselamatkan.
“Korban tewas bernama Agus (57) (59) warga Jorong Tigo Tumpuak, Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum. Sementara tiga pekerja yang luka-luka yakni Ridwan (36) dan Mulyadi (46) dan Pen (56) dilarikan ke RSUD Ali Hanafiah Batusangkar,” ungkap Iptu Fitrianto.
Dijelaskan Iptu Fitrianto, kasus tewasnya pekerja proyek tersebut sedang dalam penyelidikan dan pihaknya belum bisa memastikan penyebab robohnya pagar tersebut. Menurutnya, proses evakuasi dilakukan bersama Tim BPBD dibantu sejumlah masyarakat.
“Dugaan sementara, pagar atau pembatas lapangan bola Lima Kaum ini usianya sudah puluhan tahun sehingga tidak mampu menahan tebing tanah. Informasinya, para korban ini bekerja untuk mempertebal pondasinya. Ternyata saat penggalian, pagar roboh dan menimpa para pekerja tersebut,” ujarnya.
Sementara Wali Nagari Lina Kaum Gusrizal menyebut proyek tersebut adalah proyek nagari yang dikerjakan secara swadaya. Perbaikan pagar tersebut dilakukan karena bagian bawah atau pondasi pagar yang kosong, sehingga diperlukan penguatan pondasi agar pagar pembatas lapangan tidak terban.
“Ini proyek nagari, dikerjakan secara swadaya, pekerja sebanyak empat orang. Memang tujuan dari renovasi ini agar tembok itu tidak roboh, tapi saat mereka bekerja tiba-tiba saja roboh. Kami tentu sangat berduka dengan adanya musibah ini,” katanya.
Dijelaskan Gusrizal, informasi robohnya tembok penahan tebing lapangan bola kaki tersebut baru ia ketahui sekitar pukuk 16.30 WIB. Begitu mendapat informasi, ia pun langsung ke lokasi dan melaporkan hal itu kepada Polisi dan BPBD untuk proses evakuasi.
“Tiga orang saat ini masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kondisinya terluka akibat terkena reruntuhan tembok. Untuk korban yang meninggal, setelah dibawa ke rumah sakit, selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan lalu dikebumikan,” tutupnya.
Dari pantauan media ini di lokasi kejadian, saat itu ada dua tim sepak bola yang sedang melakukan uji tanding. Pertandingan baru berjalan sekitar lima menit, musibah pagar roboh pun terjadi. Akibat kejadian itu pertandingan akhirnya dihentikan. (ant)






