BERITA UTAMA

Kakek 71 Tahun Tewas Diserang Buaya di Kabupaten Pasaman Barat, Dua Tangan dan Satu Kaki Hilang

0
×

Kakek 71 Tahun Tewas Diserang Buaya di Kabupaten Pasaman Barat, Dua Tangan dan Satu Kaki Hilang

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah kakek 71 tahun yang tewas diserang buaya di Nagari Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.

PASBAR, METRO–Sempat dilaporkan hilang akibat diserang buaya sejak empat hari lalu, seorang pria lanjut usia (lansia) akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sungai Batang Masang, Nagari Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (11/10) sekitar pukul 13.26 WIB.

Korban yang diketahui bernama Pudin (71) yang hilang sejak Sabtu (8/10) lalu, ditemukan sangat jauh dari titik lokasi korban dilaporkan hilang. Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR ke rumah sakit lalu diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Octaviano mengatakan, korban didu­ga diterkam oleh buaya di sungai Batang Masang, Nagari Kinali, Kabupaten Pasaman Barat saat hen­dak mencuci muka.

“Usai diterkam, tubuh korban dibawa oleh buaya hingga dilaporkan hilang. Korban ditemukan sekitar 25 Kilometer di lokasi awal. Korban ditemukan hanyut di sungai oleh masyarakat yang sedang panen sawit dan dibawa ke pinggir sungai,” ujar Octaviano.

Setelah ditemukan, di­ka­takan Octaviano, ma­syarakat melaporkan hal itu kepada Tim SAR gabungan. Mendapat laporan itu, tim mendatangi lokasi dan langsung mengevakuasi jenazah korban dari sungai.

Saat ditemukan, jena­zah korban sudah tidak utuh lagi. Pasalnya, dua tangan dan kaki sebelah kanan korban sudah hilang. Kuat dugaan karena digigit buaya,” ungkap Octaviano.

Menurut Octaviano, jenazah korban selanjutnya dievakuasi Puskesmas Sungai Balai Nagari Kinali untuk keperluan visum. Setelah itu dibawa ke rumah duka dan selanjutnya dikebumikan.

“Team SAR gabungan sendiri saat ini sudah sampai di posko dan unsur-unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing masing. Dengan korban sudah ditemukan, dilaksanakan penutupan operasi SAR,” ungkap Octaviano. (end)