PARIWARA

Melalui Program Inkubasi Terpadu, Unand Wisuda Lima Pelaku UKM Kota Solok

0
×

Melalui Program Inkubasi Terpadu, Unand Wisuda Lima Pelaku UKM Kota Solok

Sebarkan artikel ini
Unand Padang mewisuda lima pelaku UKM Kota Solok setelah lulus mengikuti program inkubasi terpadu berbasis kurikulum dalam rangka meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

SOLOK, METRO–Universitas Andalas (Unand) Padang melakukan wisuda terhadap lima pelaku Usaha Kecil Menegah (UKM) Kota Solok. Mereka dinyatakan telah menyelesaikan dan lulus mengikuti program in­kubasi terpadu berbasis kurikulum dalam rangka meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

Seperti diungkapkan Kepala Pusat Science Techno Park Unand, Dr Eka Candra Lina dari ta­hun 2020 ada lima UKM yang mengikuti program inkubasi terpadu dan para pelaku usahanya dinilai telah lulus mengikuti program dan diwisuda hari ini.

Program inkubasi terpadu itu sendiri merupakan kerja sama antara Unand dengan Pemko Solok. Langkah ini sebagai bagian dari pengabdian masyarakat agar pelaku UKM bisa berkembang.

Sinergi antara akademisi, pelaku usaha dan pemerintah daerah dinilai penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan produk UKM yang digeluti masyarakat. Dan melalui program ini dimungkinkan para pelaku usaha akan lebih siap melempar produksinya kepasar dan siap bersaing.

Pada program inkubasi terpadu tersebut lanjutnya di tahun pertama pe­laku UKM tersebut dibekali pengetahuan pengembangan usaha hingga inovasi produk. Kemudian tahun kedua dibantu pe­ngurusan sertifikasi, aspek legal hingga pengemasan produk dan branding. Lalu pada tahun tiga pelaku UKM dibekali soal pengembangan pasar dan memfasilitasi akses permodalan.

Lima UKM yang diwisuda yakni UKM yang memproduksi rendang, kopi, minyak atsiri, makanan ringan dan batik.

Pada kesempatan itu Wali Kota Solok, Zul Elfian juga memberikan kuliah umum sekaligus wisuda terhadap tenant periode pertama Dinas Perdaga­ngan dan UKM Kota Solok dan pameran produk unggulan Kota Solok, di Convention Hall Universitas Andalas, Senin (10/10).

Baca Juga  Laporan Kinerja DPRD Limapuluh Kota, Selama 2021, DPRD  Lahirkan 8 Perda

Dalam kuliah umumnya, Zul Elfian memberikan materi tentang Inovasi Unggulan Daerah Kota Solok. Meski Kota Solok merupakan kota kecil yang hanya memiliki 2 kecamatan dan 13 kelurahan, dengan luas 57,64 km2 (5.764 ha) atau 0.14 per­sen dari luas Provinsi Su­ma­tera Barat.

Jumlah penduduk Kota Solok mencapai 76.959 jiwa, dimana penduduk usia produktif yang bekerja pada sektor perdagangan sebanyak 41 persen, sektor jasa sebanyak 30 persen dan sektor pertanian sebanyak 6 persen.

Dengan mengemban visi Kota Solok Terwujudnya Kota Solok yang di­berkahi, Maju dan Sejahtera melalui Pengembangan Sektor Perdaga­ngan dan Jasa yang Mo­dern, Kota Solok akan berkembang sesuai dengan potensi yang terus di kembangkan.

Dijelaskan Zul Elfian, Kota Solok merupakan Kota Beras Serambi Madinah yang BERJUARA (Berkah ma­ju dan sejah­tera). Kota yang diberkahi adalah kota yang masya­rakatnya mengimplementasikan pe­ngamalan syariat agama sebagai wujud perintah Tuhan bahwa tujuan akhir dari kehidupan beragama harus mampu menjadi rahmat bagi alam semesta.

“Maju adalah kondisi infrastruktur kota dan fasilitas publik yang lebih baik dalam menunjang percepatan pertumbuhan perdagangan dan jasa. Sejahtera adalah Pe­ning­katan standar hidup ma­syarakat yang makmur ditandai dengan pening­katan kualitas pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat,” kata Zul El­fian.

Baca Juga  H Jonpriadi SE MM, 34 Tahun Mengabdi jadi ASN, Terima Kasih, Banyak Jasanya untuk Kemajuan Daerah

Pemko Solok juga te­rus berupaya menekan ang­ka kemiskinan. Ada­pun program pengenta­san kemiskinan yang dilaksanakan oleh Kota Solok di­an­taranya GEBUK SAKUKU (Gerakan Seribu Koin untuk Saudaraku yang Ku­rang Mampu).

Gerakan ini merupakan ajakan untuk menyisihkan koin minimal sebesar seribu rupiah setiap hari­nya, namun tidak menutup kemungkinan pada waktu tertentu nominal yang disisihkan tidak ha­rus berupa uang koin dan tidak harus juga sebesar seribu rupiah.

Tidak itu saja. Di setiap kelurahan lanjutnya juga telah terbentuk KP3K (Komite Pelaksana Percepatan Penanggulangan Kemiskinan). Rata-rata se­tiap bulan terkumpul per kelurahan sebesar Rp. 5.000.000,- yang bisa digunakan sebagai dana taktis KP3K.

Lebih jaih Zul Elfian mencoba memaparkan alur pelaksanaan program Gebuk Sakuku. Da­lam hal ini KP3K mendistribusikan celengan kepada donatur.

Setiap bulan KP3K me­ngumpulkan isi celengan tersebut dan hasil celengan diserahkan kepada penerima manfaat berupa dana tunai, modal kerja maupun bentuk lainnya.

Tidak hanya itu, beberapa program lain pendukung Gebuk Sakuku diantaranya PERAS SA­KU­KU (Pengumpulan Beras untuk Saudaraku yang Kurang Mampu), bertujuan untuk membantu ma­syarakat yang kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pangan. LEMKADIRI (Lembaga Keuangan di Rumah Ibadah), bertujuan untuk membantu permo­dalan bagi jamaah masjid yang membutuhkan.

Selanjutnya, PEKAT TERBUNTING (Pembiaya­an bagi Masyarakat Terjerat Bunga Tinggi), bertujuan untuk membantu ma­syarakat yang terjerat rentenir maupun hutang dengan bunga tinggi, SATGAS ANTI RENTENIR, SEDEKAH SUBUH serta BAZNAS. ***