METRO SUMBAR

Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-9, Penguatan Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

0
×

Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-9, Penguatan Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

Sebarkan artikel ini
BUBUHKAN TANDA TANGAN— Bupati Tanah Datar Eka Putra membubuhkan tanda tangan saat kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke 9 tahun 2022.

TANAHDATAR, METRO–Untuk mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai sumber pertumbuhan baru ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkesinambungan, serta sebagai ba­gian dari transformasi eko­nomi Indonesia menuju Indonesia maju dan menjadi pusat ekonomi syariah global, Bank Indonesia bersama mitra strategis kem­bali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Fes­tival (ISEF) ke 9 tahun 2022.

Salah satu kegiatannya adalah International Moslem Friendly Tourism Conference yang merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia, Enhaii Hotel Tourism Center Poltekpar NHI Bandung (EHTC-PPNHIB), Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Kementerian Koordinator, serta Kementerian/Lembaga/Asosiasi terkait lainnya, dengan mengambil topik “Rethinking Muslim Friendly Tourism for Inclusive Recovery” yang dibuka secara virtual oleh Menteri Pariwisata dan Eko­nomi Kreatif (Menpa­rek­raf) Republik Indonesia (RI) Sandiaga Salahudin Uno, Jumat (7/10) di Hotel Fairmont Jakarta.

Pada acara yang dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman, Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, Bupati Ta­nah Datar Eka Putra, SE, MM,  Bupati Agam H. Andri Warman, juga menghadirkan narasumber dari STP NHI Bandung Dr. A­nang Sutono, Prof. Mohamed Battour dari University of Sharjah dan Tanta University Verified, Faunder dan CEO CrescenRating University of Singapore Dr. Saeed Bahardeen, Riyanto Sofyan dari kalangan pengusaha, Norliza Othman (selegram), dan juga Direktur PT. Tambatan Hati Ban­dung Alina Saidja Putri serta undangan lainnya.

Baca Juga  Pemko dan DPRD Tetapkan Ranperda APBD 2019

Menparekraf RI Sandiaga Salahudin Uno dalam sambutannya secara virtual saat membuka kegiatan ini mengatakan ada tiga strategi yang harus dilakukan untuk penguatan akselerasi ekonomi dan ke­uangan syariah, diantara­nya penguatan infrastruktur termasuk digitalisasi, pe­nguatan kelembagaan dan yang terakhir perluasan implementasi.

Terkait hal tersebut ka­ta Sandi, pemerintah harus memiliki program prioritas pariwisata yang harus dilakukan seperti program pemahaman tentang apa itu pariwisata halal, sertifikasi dan standardisasi, pengembangan sistem informasi digital, melakukan investasi pariwisata halal, penelitian dan pengembangan, moslem visitor guide, jangkauan pemasaran (promosi) dan yang paling utama harus ada regulasi yang jelas.

Menparekraf RI Sandiaga Uno juga mengharapkan pengembangan pariwisata halal ini akan mampu mencapai target  penciptaan lapangan pekerjaan sebanyak 1.1 juta pada tahun 2022 ini dan 4.4 juta lapangan kerja pada tahun 2024 mendatang.

Sementara Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam sambutannya mengatakan sektor pariwisata Suma­tera Barat pada tahun 2022 ini sudah mulai pulih setelah sebelumnya terdampak pandemi Covid-19. Per 31 Agustus tercatat 3.976.­000 lebih wisatawan nusantara datang ke Sumatera Barat dan sebanyak 5.280 wisatawan mancanegara dari berbagai negara.

Baca Juga  Peringati Harlah Ke-52, KNPI Sijunjung Gelar Simposium Kepemudaan dan Lepas Bibit Ikan di Sungai

Berdasarkan hal tersebut kata Mahyeldi, Pemprov Sumbar telah mencanangkan tahun kunju­ngan wisata pada tahun 2023 dengan mengusung tagline Visit Beautiful West Sumatera 2023.

Selanjutnya sebagai langkah awal dalam membangkitkan kembali geliat pariwisata di Sumatera Barat, sejak Oktober ini entry point Bandara Internasional Minangkabau (BIM) telah dibuka dengan rute penerbangan pertama Kuala Lumpur – Padang dan Padang – Kuala Lumpur, dengan harapan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Ba­rat meningkat sehingga mampu memicu kembali perekonomian masya­rakat yang sebelumnya terdampak pandemi.

Mahyeldi juga sampaikan dalam rangka mendorong pertumbuhan sektor pariwisata pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga fokus mengembangkan pariwisata halal yang ramah muslim.

“Kekuatan wisata halal Sumatera Barat selain di­du­kung jumlah masyara­katnya yang mayoritas islam juga mengakomodir nilai-nilai lokal dalam filo­sofi adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah, syara’ mangato adat mamakai. Selain itu Sumatera Barat juga telah mendapatkan penghargaan halal terbaik dunia dalam kategori destinasi pariwisata, destinasi kuliner dan tour operator dalam forum world halal tourism summit tahun 2016 yang lalu,” ujar Mahyeldi.(ant)