PADANG, METRO – Kepeduliannya terhadap lingkungan membuat Aktivis Perempuan, Edriana, SH, MA begitu berani melakukan penyelaman. Edriana menyelam melakukan transplantasi terumbu karang.
Penyelamannya tergolong nekad, untuk perempuan yang perdana melakukan aksi ini, yakni sampai di kedalaman 6,7 meter di bawah permukaan laut. Meski cukup berbahaya, namun alumni SMAN 2 Padang ini menikmati aksinya untuk melihat secara langsung, kehidupan bawah laut.
Bahkan, perempuan yang sedang menyelesaikan studi program Doktor Ilmu Politik di Universitas Indonesia (UI) ini mengaku, aksinya tersebut justru menumbuhkan rasa cinta saat berinteraksi langsung dengan dunia di bawah laut. “Sungguh, penyelaman hingga sampai di kedalaman 6.7 meter di bawah permukaan laut ini membuat saya jatuh cinta padanya. Saya akan kembali lagi, suatu hari nanti,” ucap Edriana usai menyelam dan melepaskan atribut diving-nya di Pulau Pagang, Sumbar, Minggu (6/1).
Dalam melakukan aksi menyelam untuk pertama kalinya, Edriana mengaku sempat kesulitan, karena, air sempat masuk ke dalam hidungnya. Namun, dirinya pantang menyerah. “Ya saat pertama kali diajari tentang teknik diving oleh instrukturnya, Pak Tanjung,” ujarnya.
Direktur Penelitian Women Reserach Institue (WRI) ini sadar aksi yang dilakukannya, tidak akan langsung membawa perubahan pada ekosistem terumbu pagang di Laut Pulau Pagang ataupun Pulau Sirandah. Namun, ia yakin aksinya ini bisa menginspirasi banyak kalangan untuk ikut menjaga laut dan ekosistem di dalamnya.
“Sejak 2014 potensi wisata bahari sedang meningkat-meningkatnya. Tapi sudah sejauh apa kontribusi kita saat ini? Sudah saatnya kita menghadap ke laut. Tujuan kita bukan hanya berkoar-koar saja, tapi kita langsung turun ke lapangan melihat apa yang sebenarnya terjadi dan membuat perubahan. Memelihara saja sudah luar biasa, apalagi menambah dengan melakukan transplantasi terumbu karang,” ucap Edriana.
Gerakan penyelamatan ekosistem pesisir dan laut, menurutnya, bisa dilakukan dengan hal terkecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak menggunakan bom ikan, pukat harimau, ataupun jangkar yang dapat merusak terumbu karang.
Edriana juga mengungkapkan, sebagai seorang pemimpin yang harus sigap kesana kemari, diperlukan kedisiplinan. Pemimpin harus siap di darat, laut, maupun udara. Baik siap secara fisik, mental dan strategi dan tentunya dibuktikan dengan aksi nyata. “Kalau seseorang mampu menyelam hingga kedalaman diatas 5 m dibawah permukaan laut, sudah tentu secara fisik ia sehat, karena penyelam tidak dibolehkan epilepsi dan mengidap jantung,” papar Edriana.
Lebih lanjut, setelah aksi ini, jika terpilih nanti mewakili Sumbar, Edriana akan menyuarakan isu lingkungan pesisir dan laut. Kecintaannya pada laut dan misinya menyelamatkan terumbu karang sudah dibuktikannya.
Putra (32), penyelam dari Minangkabau Diver menyambut positif kegiatan yang dilakukan Edriana ini. Iapun juga turut terenyuh saat Edriana, tak segan untuk turun langsung menyelam dan mengambil bagian melakukan transplantasi terumbu karang. Menyelam, bagi Edriana disamping tingkat keberanian, juga membuktikan kesehatan fisik yang bagus.
Edriana melakukan perjalanan transplantasi terumbu karang ini, berangkat bersama rekan-rekan penyelam dari Minangkabau Diver dari Bunguih menuju Pulau Pagang. Semua kelengkapan menjalankan misinya penyelamatan ekosistem pesisir, khususnya penanaman terumbu karang, telah disiapkan Calon Anggota Legislatif DPR-RI dari Partai Gerindra ini.
Perjalanan menggunakan kapal boat dengan mesin 40 pk dengan kapasitas maksimal 25 orang. Edriana berangkat bersama tim penyelam dan awak media. Jumlahnya sebanyak 14 orang. Perjalanan Edriana menggunakan boat memakan waktu hampir satu jam. Edriana terkagum-kagum selama perjalanan melihat pemandangan laut yang cukup indah dengan gugusan pulau-pulau yang terlihat dari jauh.
Tanjung (39), yang menjadi instruktur diving, sekaligus pemimpin komunitas Minangkabau Diver, mengungkapkan, pemilihan Pulau Pagang, karena pulau tersebut masih terasa ketenangannya. “Pulau ini termasuk pulau privat dan masih terasa ketenangannya. Tempat banyak orang memanjakan mata untuk melihat ikan-ikan dan terumbu karang melalui snorkling ataupun diving” ucapnya. (fan)





