PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman, Genius Umar, menerima kunjungan Puji Priyanto, putra asli Pariaman yang merupakan lulusan sekolah di Kota Padang Panjang. Beliau memberikan miniatur Al Qur’an yang terdapat di Islamic Center Padang Panjang, dimana pembuat miniatur ini adalah alumni lulusan sekolah Padangpanjang, bernama yulhendri, maestro pemahat yang saat ini berkarya di Jogjakarta.
“Sebelumnya saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada para Alumni dimana pak Puji Prianto ini dulunya bersekolah di Padang Panjang, dengan memberikan kami kenang-kenangan sebuah miniatur Al Qur’an yang sangat cantik ini,” ujar Walikota Pariaman Genius Umar, kemarin.
Genius juga berdiskusi tentang potensi pengrajin dari Kota Pariaman, untuk dapat membuat karya atau yang dapat menjadi ciri khas daerah kita, dan ia akan mengumpulkan para pelaku kerajinan, pelaku seni dan yang lainnya, untuk dapat mewujudkan hal tersebut.
“Kota Pariaman saat ini telah menjadi kota destinasi wisata nusantara, bukan hanya regional Sumatera saja, karena itu kita mesti mempunyai suvenir sebagai oleh-oleh bagi para pengunjung dan wisatawan tersebut, dan ini belum terkelola dengan baik,” ungkapnya
Lebih lanjut Genius berharap, semoga kedepanya, Kota Pariaman dapat mempunyai hasil karya yang spesifik, sesuai dengan kearifan lokal dan budaya yang punya, yang dapat nantinya juga dapat meningkatkan UMKM dan kesejahteraan pelaku kerajinan di Kota Pariaman.
Sementara itu Puji Priyanto, yang merupakan Guru di SMK N 3 Pariaman, menuturkan bahwa dirinya bersama dengan alumni sekolah Padangpanjang, ingin memberikan kenang-kenangan kepada Kepala Daerah dimana ia berasal, dan ini juga demi menjalin silaturahmi dengan Walikota Pariaman.
“Kami memberikan miniatur Al Qur’an yang terdapat di Islamic Center Padangpanjang, hal ini kami lakukan untuk memotivasi, jadi alumni setiap daerah berbuatlah sesuatu untuk daerah asalnya, jangan hanya sekedar reuni-reunian saja,” tukas lulusan SMP 1 dan SMA 1 Padangpanjang ini.
Ketua HIPAKAD (Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat) Kota Pariaman ini, juga mengatakan bahwa, Kota Pariaman banyak mempunyai potensi pelaku kerajinan, mulai dari sulaman, bordir, pembatik, pelukis dan yang lainya, untuk dapat berkumpul bersama membentuk komunitas di Kota Pariaman.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman, jadi barang yang akan kita buat dan hasilkan harus sesuai dengan selera zaman, walaupun bagus tetapi tidak mengikuti selera zaman, maka tidak akan laku juga, karena itu kita mesti berkreasi dan berinovasi untuk membuat karya yang disukai banyak orang,” tambahnya. (efa)






