BERITA UTAMA

Putus Cinta, Pemuda Gantung Diri & Tulis di Medsos : Selamat Tinggal Dunia

1
×

Putus Cinta, Pemuda Gantung Diri & Tulis di Medsos : Selamat Tinggal Dunia

Sebarkan artikel ini

PASBAR, METRO – ”Cintamu bisa membunuhku, bila tiada percaya.” Begitu lah sepenggal lirik lagu berjudul ‘Jika Kau Percaya’ dari grup band Seventeen. Galau dalam percintaan, seperti itu pulalah yang mungkin dirasakan seorang pemuda, warga Pasbar yang nekat gantung diri. Diduga kuat korban mengakhiri hidupnya karena putus cinta.
Pria berusia 22 tahun yang diketahui bernama Jaka Budi Satria ditemukan warga tewas dan tergantung di rumahnya yang beralamat di Dusun IV Jorong Koja, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Senin (7/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Kuat dugaan, korban putus asa lalu mengakhiri hidupnya dengan cara sadis. Terlihat pada status terakhirnya di akun media sosial miliknya.
”Dan ini saat aku akhiri semua, jangan sesali apa yang sudah terjadi, biarkan waktu yang menghapus luka. Terima kasih buat orang dan sahabat yang peduli mau peduli. Doakan semoga semua baik. Selamat tinggal dunia.” Seperti itulah status terakhir korban.
Kematian korban akibat gantung diri tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kinali AKP Syaiful Zubir. Dia mengatakan, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi korban, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Dia juga menduga korban mengakhiri hidupnya karena masalah muda-mudi akibat putus cinta. Pasalnya korban pernah membuat status di media sosial yang berkaitan dengan mengakhiri hidupnya.
Begitu juga dengan keterangan dari pihak dokter Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda bukti kekerasan. Dan pada saat tergantung lidah keluar dan juga bagian kemaluan mengeluarkan air mani.
Kapolsek mengatakan, insiden ini diketahui saat kedua rekannya bernama Herdiansyah (34) dan Novrizal (45) mendatangi rumah korban untuk mengajak bekerja. Namun sesampai di rumah korban, yang sepengetahuan mereka seperti biasanya sekira pukul 08.00 WIB korban sudah bangun.
Selanjutnya mereka menggedor pintu rumah tapi tidak ada yang menjawab. Salah seorang rekan korban melihat dari balik celah kayu dinding rumah. Terlihat korban sudah tergantung di ruang tengah rumahnya.
Kemudian saksi pun memberitahukan kepada Novrizal dan masyarakat setempat. Mereka pun memberitahukan ke Polsek Kinali.
Sesampai polisi di TKP, korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dalam keadaan tergantung menggunakan seutas tali nilon dan juga sebuah kursi plastik yang diduga digunakan korban untuk naik ke arah tali yang diikatnya.
”Saat itu juga korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Sebab pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi (bedah mayat) dan menyatakan bahwa kejadian ini adalah suatu musibah yang menimpa keluarganya dan bersedia membuat surat pernyataan,” terang Syaiful. (end)

Baca Juga  Jual Anak di Bawah Umur, 3 Mucikari Prostitusi Online Ditetapkan Tersangka