METRO PADANG

Calon Tenaga Kerja Butuh Wawasan Minat dan Bakat Kerja

0
×

Calon Tenaga Kerja Butuh Wawasan Minat dan Bakat Kerja

Sebarkan artikel ini
PENYULUHAN— Kepala Disnakerin Padang Dian Fakri membuka penyuluhan dan bimbingan kerja di SMKN 1 Padang Kampung Kalawi Kuranji.

KAMPUNG KALAWI, METRO–Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang Dian Fakri mengatakan, perlu arahan terhadap ca­lon tenaga kerja ((Tenaker) bekerja sesuai dengan potensi diri mereka sendiri. Sehingga ketika telah me­masuki dunia kerja tidak ada penyesalan.

“Sehingga pekerjaan yang mereka (Tenaker-red) lalui nanti sesuai dengan minat dan bakat mereka,” ungkap Dian Fakri saat membuka penyuluhan dan bimbingan jabatan (Binjab) terhadap puluhan siswa SMKN 1 Padang di Kam­puang Kalawi, Selasa (4/10).

Dian yang didampingi Kabid Penempatan Pela­tihan dan Produktivitas (Pentalattas) Widia Afri­yan­ti SSTp MM menam­bah­kan, perlu penekanan wawasan ter­hadap siswa SMK terutama kelas XII, yang sebentar lagi akan meninggalkan bangku se­kolah dan me­masuki dunia kerja.

Karena, siswa SMK ke­las XII harus memiliki pe­mahaman jika menamat­kan sekolah, akan memiliki kemauan bekerja, melan­jut­kan pendidikan dan ber­wiraswasta (BMW). Maka bagi yang akan bekerja usai menamatkan sekolah, perlu memiliki wawasan kerja yang sesuai dengan minat dan bakat serta po­tensi yang Tenaker miliki.

Semisal, siswa memiliki juurusan listrik ketika du­duk di bangku sekolah, maka kalau ada minat mengua­sai shof skill, tentu jangan buang kesempatan untuk menguasai terutama ke­trampilan yang lagi trend saat ini. “Artinya, jangan buang kesempatan untuk menguasai skill atau ke­ahlian di era digital s­e­karang,” ujar Dian.

Selain itu untuk meng­gali minat dan bakat siswa kejuruan ini, Disnakerin menghadirkan nara­sum­ber Psikolog Dosen UPI YPTK Padang Andhika Ang­gawira., M Spi Menda­tangkan Psikolog ini de­ngan latar belakang untuk menggali minat atau bakat siswa di dunia kerja nan­tinya.

Psikolog  UPI YPTK Pa­dang Andhika Anggawira. M Spi mengatakan, sebagai calon Tenaker, terutama dalam hard skill meru­pakan keahlian yang bisa diukur dan dikuantifikasi. Pengukurannya bisa me­lalui gelar kuliah, nilai, atau sertifikasi. “Di sisi lain, soft skill adalah keahlian yang lebih bersifat subjektif,” ujar Andhika.

Dikatakan Andhika, dalam hard skill dan soft skill, perlu penguasaan adaptasi lingkungan kerja, sentuhan dan pergaulan di dalam lingkungan kerja. (ped)