METRO PADANG

Andre Rosiade Bantu Urai Kemacetan di Pasar Padang Lua

0
×

Andre Rosiade Bantu Urai Kemacetan di Pasar Padang Lua

Sebarkan artikel ini
MACET PADANG LUA— Anggota DPR RI Andre Rosiade mengumpulkan Pemkab Agam, pengelola pasar, pihak Nagari Padang Lua dan PT KAI di Kantor Wali Nagari Padang Lua dengan bahasan “Revitalisasi Pasar Nagari Padang Lua”, untuk mengurai kemacetan di Pasar Padang Lua.

AGAM, METRO–Pasar Padang Lua, Ke­ca­matan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) merupakan pasar sayur ter­besar di Sumbar, bahkan di Sumatra. Tidak hanya Sumbar, pasar ini juga tempat pedagang sayur dari Provinsi Riau, Ke­pulauan Riau dan Jambi meng­gantungkan kebutuhan mereka. Bah­kan, sayur untuk Singapura juga dipasok dari sini. Empat Provinsi, satu Negara. Namun, sejak 1991, kemacetan pa­rah terjadi di sini.

Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade pun tak mau tinggal diam. Apalagi, sudah 31 tahun berbagai langkah dicoba Pemprov Sumbar dan Ka­bu­paten Agam untuk mengurai kemacetan belum berhasil. Namun, akhir-akhir ini, sebuah solusi mulai ditemukan dan akan segera dieksekusi agar macet parah yang terjadi tiap hari tak lagi me­rugikan banyak pihak.

Selasa (4/10), Andre Rosiade yang merupakan “bako” rang Agam mengumpulkan Pemkab Agam, pengelola pasar, pihak Nagari Padang Lua dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kantor Wali Nagari Padang Lua dengan bahasan “Revitalisasi Pasar Nagari Padang Lua”. Mereka mulai mendapatkan solusi, untuk memindahkan parkir yang setiap hari tumpah di jalan raya ke lokasi yang lebih baik.

Wali Nagari Padang Lua Edison menyebutkan, kemacetan di Padang Lua memang sudah menahun dan harus segera diatasi. Dia berharap semoga dengan tangan dingin  Andre Rosiade dan Bupati Agam Andriwarman (AWR), harapan  mereka terhadap pem­benahan Pasar Pa­dang Lua terwujud.

“Sumber kemacetan pasar ini ada di titik arah Padang menuju Bukittinggi, tepatnya di los Pakan Ateh dan eks perumahan PT KAI. Macet terjadi karena aktivitas pasar yang besar dan penyempitan lahan. Kami mohon lahan dibebaskan dari Mushalla ke kantor BRI untuk jadi lahan parkir,” kata Edison dalam pertemuan yang dihadiri Kepala PT KAI Divre II Sumbar M Arie Fathurrochman, Kepala Dinas Perindagkop Agam Dedi Asmar, Kadis Perhubungan Agam Handria Asmi, Kasat Pol PP Agam Dandi Pribadi, Camat Banuhampu Susi Kamila dan dua anggota DPRD Agam Zulhendrif Bandaro Labiah dan Zulhefi Sikumbang.

Baca Juga  Sambut MXGP di Indonesia, 1.000 Bikers Semarakkan National Honda Roadventure

Wali Nagari mengatakan, jalan keluar yang diharapkan berikutnya dari arah Kubang Putiah dan KUD harus bisa dibebaskan. Selanjutnya dijadikan jalan angkutan oplet dan parkir. Kalau pun jadi pembangunan tol Padang-Pekanbaru melalui Agam dan dekat dari Padang Lua, bisa diarahkan ke exit tol Sungai Puar dan tidak menyinggung lahan utama.

“Semua yang ingin di­bebaskan ini adalah lahan PT KAI. Kami berharap pembebasan lahan ini terjadi karena sangat penting. Karena pasar ini adalah tulang punggung sayur mayur untuk empat provinsi dan satu negara. Sumbar, Jambi, Kepri, Riau dan Singapura. Kami berterima kasih pak Andre Rosiade bisa membantu pembebasan lahan,” katanya yang sangat berterima kasih atas bantuan Andre Rosiade.

Kepala PT KAI Divre II Sumbar M Arie Fathurrochman mengaku sepakat untuk membantu mengurai kemacetan Pasar Padang Lua. Dia berharap, hanya berurusan dengan satu pintu, yaitu Pemkab Agam. “Kami ingin melibatkan Pemkab Agam, karena juga bersinggungan dengan Pemda. Ada 90 kontrakan rumah di lokasi yang akan terganggu. Kalau ini didukung Pemkab, kami akan senang hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

PT KAI ingin kerja sama atau MoU (Memorandum of Understanding) antara PT KAI dan Pemkab Agam. “Prinsipnya kami setuju. Silahkan lahan sekitar 7.000 M2 ini nanti dikelola nagari, PD Pasar Pemkab Agam atau yang lainnya. Yang penting tidak ada konflik dan bisa dimediasi dan masyarakat yang berkontrak dengan PT KAI bisa diselesaikan,” katanya.

Kepala Dinas Perindag­kop Agam Dedi Asmar me­wakili Bupati Andriwarman menyebutkan, langkah yang diambil adalah solusi yang baik untuk menghilangkan kemacetan. “Ini luar biasa. Kami lihat pak Andre adalah solusi. Saat BBM hilang, pak Andre datang semua beres. Kami juga melihat masalah macet ini juga bisa selesai. Terima kasih pak Andre sudah membantu pasar sayur yang perputaran omzetnya Rp7 miliar sehari. Ini adalah ikhtiar kita bersama,” katanya.

Baca Juga  Potong Sapi Simental di Dadok Tunggul Hitam, Mahyeldi Kagum Anak 5 Tahun Sisihkan Jajan untuk Berkurban

Anggota DPRD Agam Zulhefi Sikumbang menyebutkan, langkah yang di­prakarsai Andre Rosiade, Bupati Agam dan PT KAI ini sangat bernas dan bisa menjadi solusi. “Terima kasih pak Andre Rosiade yang langsung datang ke Pasar Padang Lua untuk memastikan lokasi. Semo­ga titik macet bisa diurai atau dihilangkan di sini,” ka­ta kader Partai Gerindra ini.

Andre Rosiade mengatakan, kemacetan Pasar Padang Lua memang sangat merugikan ekonomi, tidak hanya Agam, tapi Sumbar secara umum. Ka­rena merupakan akses utama ke Bukittiinggi, Payakumbuh dan lainnya. Awalnya, ada pembicaraan soal flyover, jalan bypass dan lainnya. Tapi belakangan, didapatkan solusi bersama, yaitu memindahkan parkiran dan mengubah tata kelola pasar.

“Kita juga sadari, kalau lahan dibebaskan akan berkurang pemasukan PT KAI. Jadi diganti dengan sistem kontrak. Kontrak antara Pemkab Agam dengan PT KAI. Harapan kami, semoga solusi ini bisa segera dipastikan. Karena man­­faatnya bukan untuk Pa­dang Luar saja, tapi Sum­bar umumnya. Insya Allah tiga bulan bisa selesai. Ini prestasi Kadivre yang bisa membantu mengurai ke­macetan,” kata Anggota Komisi VI DPR RI ini.

Andre berharap, semua pihak bisa duduk bersama dan melakukan rapat koordinasi untuk menye­geraan eksekusi masalah ini. Karena, ini merupakan solusi bersama, untuk memastikan kemacetan tak ada lagi. “Malam ini kami tinjau langsung dan melihat betapa besar dan baik­nya potensi pasar ini. Semoga ini bisa menjadi solusi untuk Pasar Padang Lua, karena ini adalah tugas kami sebagai anggota DPR RI,” katanya. (*)