METRO SUMBAR

Angka Kemiskinan Terus Turun Tiap Tahun, ”Pariaman harus Bebas dari Kemiskinan”

0
×

Angka Kemiskinan Terus Turun Tiap Tahun, ”Pariaman harus Bebas dari Kemiskinan”

Sebarkan artikel ini
SAMBUT WAMEN—Wali Kota Genius Umar sambut kunjungan kerja Wakil Menteri Tenaga Kerja RI Afriansyah Ferrynoor di Balai Kota Pariaman.

Wali Kota Pariaman H Genius Umar menginginkan ke depan di Kota Pariaman tidak ada lagi kemiskinan ekstrim. “Ka­rena itu, kita harus bekerja bersama, saling support antar lintas OPD dan sektoral, untuk dapat mewujudkan hal tersebut,” kata Walikota Pariaman Genius Umar, kemarin. Katanya, pada tahun 2020 lalu, angka kemiskinan ekstrim berada di angka 0,77 persen, atau sebanyak 685 orang, dan sampai saat ini, di tahun 2022, angka kemiskinan ekstrem sudah berada di angka 0,4 persen, atau hanya tinggal 280 orang lagi.

“Karena itulah kami yakin, tahun depan kita sudah tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di Kota Pariaman,” ujarnya.

Genius juga menginstruksikan agar angka 280 orang ini, harus sudah ada datanya by name by ad­rees, kordinasikan dengan desa dan camat, berapa orang didaerahnya yang termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrem ini.

Baca Juga  ASDP se Indonesia Salurkan Bantuan

“Setiap OPD harus paham dengan apa yang akans dikerjakan, mulai dari pengurangan angka kemiskinan, memperbanyak lapangan kerja, penguatan pariwisata sebagai daya ungkit ekonomi daerah, dan juga program-program sosial yang langsung menyasar kepada masyarakat miskin tersebut,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, agar seluruh OPD bersemangat untuk melakukan pekerjaan yang mulia ini, dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kota yang terkenal dengan budaya Tabuik nya ini.

“Kita harus dapat mengukur sejauh mana program dan bantuan yang diberikan, dapat membantu dan mengurangi angka kemiskinan ekstrem ini, di Kota Pariaman, sehingga program yang tepat sasaran dan partisipatif dari masyarakat, menjadi pola kolaboratif dari Pemko Pariaman, untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar­)nya.

Baca Juga  Bupati Sabar AS Lepas Siswa Kelas VI 

Lebih lanjut Genius menuturkan, penyesuaian harga BBM diyakini berdampak bagi perekonomian masyarakat, yang berpotensi meningkatkan angka pengangguran yang tentunya akan menambah tingkat kemiskinan. Selain itu, juga akan timbul penurunan daya beli dalam jangka pendek ka­re­na income effect yang mengalami penurunan, khususnya kelompok rumah tangga miskin.

“Pemerintah Kota Pariaman terus memperhatikan dampak bagi penyesuaian harga BBM di ma­syarakat, dengan memberikan du­kungan melalui berbagai program kegiatan yang bersentuhan lang­sung dengan ma­syarakat miskin, dengan tujuan, pendapatan ma­syarakat dan daya beli masyarakat kelompok mis­kin tetap terjaga, serta meningkatkan kemampuan mereka mela­kukan konsumsi,” tandasnya men­gakhiri.(efa)