METRO SUMBAR

Eka Putra: Tanahdatar Berada di Zona Hijau

0
×

Eka Putra: Tanahdatar Berada di Zona Hijau

Sebarkan artikel ini
PERTEMUAN DENGAN PRESIDEN—Bupati Tanahdatar Eka Putra foto bersama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, kepala daerah lain usai kegiatan pertemuan dengan Presiden RI Jokowi, di Jakarta.

TANAHDATAR, METRO–Terkait dengan masa­lah pengelolaan inflasi da­erah, tindaklanjut aksi Afirmasi bangga buatan Indonesia dan Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P2KE), Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jo­kowi) berikan arahan kepada seluruh Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pang­dam, Kapolda dan Kajati, Kamis (29/9) di Cende­rawasih Room Jakarta Con­vention Center yang juga dihadiri Wakil Presiden RI KH. Makruf Amin.

Dalam arahannya, Pre­siden Jokowi mengatakan bahwa saat ini dunia sedang dalam kondisi penuh ketidakpastian yang tinggi. Saat ini semua negara dalam keadaan sulit, dan ekonomi global juga dalam kondisi sulit untuk diprediksi, sulit dikalkulasi dan sulit untuk dihitung arahnya kemana dan seperti apa pe­nyelesaiannya.  “Bayangkan, saat ini ada 345 juta orang di 82 negara me­n­derita kekurangan pangan akut dan 19.700 orang se­tiap hari meninggal karena kelaparan. Kondisi ini betul-betul sangat mengenaskan,” ujar Jokowi.

Namun demikian, tambah Jokowi Indonesia pa­tut bersyukur. Karena sejak tahun 2012 yang lalu Indonesia sudah swasembada beras dan dianggap memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dari Internasional Rice Riset Institute yang juga didam­pingi oleh FAO.

“Walau demikian kita jangan senang dulu, karena dunia tidak dalam kepastian. Krisis pangan, krisis energi, krisis finansial. Kondisi-kondisi seperti ini kita harus tahu dan harus hati-hati dengan ketidakpastian ini, karena ke de­pan kita tidak tahu seperti apa,” kata Presiden Jokowi.

Sementara Bupati Ta­nah Datar Eka Putra, usai menerima arahan langsung dari Presiden RI menjelaskan bahwa Tanah Datar terkait masalah Inflasi fokus kepada barang dan jasa.  “Alhamdulillah masa­lah bahan pokok yang disampaikan bapak Presiden Tanah Datar surplus dan tidak termasuk daerah yang diatensi oleh peme­rintah pusat. Selanjutnya tentu kita akan fokus di bidang transportasi, biaya angkut bahan-bahan pokok akan kita bantu dengan APBD,” terang Bupati.

Bupati juga sampaikan bahwa selain transportasi yang akan menjadi perhatian utama adalah suplay bahan-bahan pokok ke daerah yang ada di wilayah kabupaten Tanah Datar.  “Kita akan pastikan dulu seluruh daerah di Tanah Datar cukup, baru kita fo­kus bantu daerah lain terutama kabupaten Mentawai. Kenapa Mentawai menjadi prioritas ? Karena di Mentawai itu semua ba­han pokok harganya tinggi,” sampai Eka Putra.

Bupati juga sampaikan, terkait dengan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia Tanah Datar termasuk salah satu daerah yang mendukung kebijakan ini. (ant)