Kerja keras Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam menuntaskan pembebasan lahan untuk pembangunanjalan tol Padang-Pekanbaru secara bertahap mulai membuahkan hasil.
Untuk mengebut pembebasan lahan tol ini, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur (Wagub) Audy Joinaldy rutin secara bergantian memimpin rapat evaluasi pembebasan lahan tol.
Tidak hanya itu, keduanya juga turun langsung ke lokasi bergantian, meninjau progres pembangunan jalan tol dan melihat langsung kondisi di lapangan. Dengan kerja keras ini, semua benang kusut proses pembebasan lahan tol mulai terurai satu per satu.
Melalui HUT ke-77 Provinsi Sumbar, menjadi momentum bagi Pemprov Sumbar untuk dapat menyelesaikan proses pembebasan lahan hingga akhir tahun ini.
Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengungkapkan, khusus pembebasan lahan tol Seksi I Padang-Sicincin progresnya telah mencapai 80 persen dari total 36,15 km panjang ruas Seksi I Padang-Sicincin.
Dengan total lahan tersambung sepanjang 12 km, maka pekerjaan sudah dapat dimulai secara simultan bersamaan sisa proses pembayaran uang ganti kerugian (UGK) yang terus dipacu.
“Dengan telah disetujui dan telah dibayarkannya ganti rugi atas 91 bidang lahan di Seksi I, maka progress pembebasan lahan di Seksi I telah mencapai 80 persen. Sekarang tinggal 49 bidang yang masih dalam proses pengurusan berkas,” kata Audy beberapa waktu lalu.
Sementara, untuk bidang-bidang tanah yang masih belum bebas di Nagari Kapalo Hilang, Audy menargetkan akan selesai sebelum akhir tahun.
Project Director Tol Jalan Tol Padang-Pekanbaru PT Hutama Karya, Marthen Robert Singal menjelaskan, meski 80 persen lahan sudah bebas, namun masih ada akses-akses jalan kendaraan proyek yang belum bebas. Hal ini yang menjadi penyebab baru 12 km lahan yang bisa tersambung.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menegaskan, tidak ada pihak yang menghambat pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang ingin daerahnya juga dilalui jalur tol.
“Karena tol ini sangat banyak manfaatnya dan memberikan keuntungan untuk kita semua. Terutama dalam membangkitkan perekonomian dan membuka lapangan usaha, ketika tol ini telah selesai dibangun nantinya,” ujarnya.
Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru dilaksanakan sepanjang 254,8 km. Tol Padang-Pekanbaru akan mempersingkat perjalanan dari 9 jam menjadi 3 jam.
Atas kerja keras yang dilakukan Pemprov Sumbar dalam upaya membebaskan lahan selama ini, Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro, menyampaikan ucapan terima kasih.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian pembebasan lahan pembangunan Seksi Padang-Sicincin. Hutama Karya akan segera memulai kembali pekerjaan konstruksi di lapangan,” kata Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro, dalam keterangannya di Jakarta.
Koentjoro mengatakan, progres konstruksi seksi Padang-Sicincin sempat terhenti sejak Desember 2021 karena masalah pembebasan lahan. Menurut Koentjoro, penyelesaian proyek tersebut sangat bergantung pada progres pembebasan lahan.
Dengan perkembangan yang cukup pesat saat ini, diharapkan proses pembebasan lahan sesuai dengan yang direncanakan. Koentjoromenargetkan percepatan pembangunan tol ini dapat selesai sesuai target di tahun 2024, sehingga dapat segera membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
Tol yang groundbreaking-nya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 9 Februari 2018 ini, nantinya memangkas waktu tempuh perjalanan dari Padang ke Pekanbaru dari 9 jam via jalan arteri, menjadi kurang lebih 3 jam via jalan tol dengan kecepatan rata-rata 80 kilometer per jam.
Tak hanya memangkas waktu perjalanan, jalan tol ini akan membuka konektivitas antar-wilayah dalam rangka memperlancar distribusi logistik.
Selain itu, tol ini akan menghubungkan dua pelabuhan laut yang berada di Padang dan Dumai, Riau serta akan mengefisienkan mobilitas orang dan barang.(**)





