METRO PADANG

13 Tahun Gempa 30 September, Perkuat Mitigisi, Warga Tetap Waspada di Kota Padang

0
×

13 Tahun Gempa 30 September, Perkuat Mitigisi, Warga Tetap Waspada di Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Endrizal Kalaksa BPBD Kota Padang

BY PASS, METRO–Hari ini, Jumat (30/9) tepat sudah 13 tahun gempa yang meluluhlantakkan Kota Padang. Setelah 13 tahun, warga diminta untuk tetap waspada dan mem­perkuat mitigasi sehingga jika bencana datang maka korban dapat diiminimalisir.

Kepala Pelaksa BPBD Kota Padang, Endrizal peringatan gempa 30 September, dilakukan dengan upacara kesiapsiagaan pada pukul 10.00 WIB di ka­wasan Pantai Padang. Kemu­dian, so­sialisasi mitigasi ben­cana pada sekolah-sekolah, pe­nyerahan piagam tsunami rea­dy untuk beberapa kelu­rahan dan pe­ringatan detik detik gem­pa 7,8 Magnitudo yanng me­nyebabkan Kota Padang po­rak poranda.

“Dengan dikenangnya 13 ta­hun Gempa 30 September ini, warga Padang tak lengah dalam menghadapi bencana yang akan terjadi,” ujar Endrizal, Kamis (29/9).

Ia mengatakan, untuk pem­benahan sarana dan prasarana dalam meng­hadapi gempa disertai tsunami, BPBD terus lak­sa­nakan. Ini agar korban da­pat diminimalisir dan war­ga tak panik.

Edukasi pada warga tentang mitigasi bencana juga terus dilaksanakan pada masing-masing kelurahan. Begitu juga di se­kolah-sekolah.

Baca Juga  Bermukim di Lahan Tambang, Andre: Warga Batugadang harus Sejahtera

Menurutnya, infrastruktur seperti shelter sudah ada di kawasan Tabing, Ulak Karang dan beberapa bangunan besar lainnya.

“Untuk sirine yang aktif ada 40 unit dan lokasi tersebar di Kota Padang. Jika gempa berpotensi tsunami, sirine langsung aktif,” ucap mantan Kadis Pasar ini.

Selain itu, jalur evakuasi pada daerah rawan telah dipasang. Hal ini demi memudahkan warga mela­kukan penyelamatan diri. “Masyarakat harus cerdas dalam menghadapi bencana dan saling koordinasi antar sesama,” paparnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Mastilizal Aye meminta kepada Pemko Padang terus lakukan pembenahan pada sarana dan prasarana yang masih kurang serta edukasi warga.

Menurut Politisi Partai Gerindra ini, Pemko juga perlu melakukan penguatan mitigasi kebencanaan. Hal itu adalah sebagai kesiapan apabila bencana alam terjadi sewaktu-waktu maka bisa diantisipasi secara dini serta meminimalisasi jumlah korban.

Baca Juga  Bencana Hidrometeorologi Meluas di Padang, Pohon Tumbang Timpa Mobil, Ribuan Warga Terdampak

Kemudian, Pemko ha­rus lebih siap dalam menghadapi kemungkinannya bencana alam dengan menyiapkan personel, sarana dan prasarana serta pemetaan bencana.

“Daerah kita ini termasuk wilayah yang rawan bencana. Saat bencana datang maka apa yang perlu dilakukan. Lalu, tindakan apa supaya ma­sya­rakat bisa merasakan kehadiran pemerintah,” ulas Aye, Jumat (29/9).

Menurutnya, mulai dari perencanaan hingga alokasi anggaran perlu dilakukan dengan matang, mengingat upaya melakukan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana sangat memerlukan dukungan rencana aksi serta anggaran.

Sementara, sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana, juga harus menjadi urusan pemerintah melalui instansi terkait. Seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya.

“Kita berharap, urusan mitigasi bencana harus mampu menjangkau seluruh elemen masyarakat. Termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus peduli dengan lingkungannya,” pungkasnya. (ade)