Dalam mewujudkan Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata, Pemko Pariaman dibawah pimpinan Walikota Pariaman H Genius Umar hingga kini terus mencetak generasi muda atau anak bangsa daerahnya dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap berdaya saing dan berkualiats menghadapi cita cita atau mimpi semua lampisan masyarakat. Salah satu SDM yang disipakan adalah anak bangsa yang memiliki agama Islam yang kuat, sehingga mereka nanti tidak mudah terpengaruh dengan berbagai masalah dalam menghadapi Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata dunia.
Untuk Walikota Pariaman H Genius Umar menyatakan, anak bangsa daerahnya harus cerdas yang artinya jenius, jenius itu artinya cerdas, jadi cerdas Al-Qur’an adalah jenius dalam bidang Al-Qur’an.
Genius sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan saat ini, karena sangat banyak sekali manfaatnya untuk generasi muda penerus bangsa dalam mengenal dan memahami ilmu agama. “Saya lihat mereka sangat antusias sekali mengikuti kegiatan cerdas cermat ini, dan sangat bersemangat juga dalam menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh Ustad/Ustadzah. Itu menunjukkan bahwa transfer ilmu yang diberikan oleh guru-guru mereka bisa mereka serap dengan baik, sehingga mereka tidak ragu dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan,” ujar Walikota Genius Umar, kemarin.
Menurut Genius, hal seperti inilah yang diperlukan oleh anak-anak didik, disamping pelajaran umum akademik, pelajaran agama juga perlu diajarkan, diperkuat kepada anak-anak didik kita, sebagai pondasi utama mereka untuk menjadi manusia seutuhnya, yaitu selain memahami ilmu umum, juga memahami ilmu agama, sehingga mereka memiliki ilmu dan kepribadian yang baik dimasa depan.
“Semoga hal-hal baik dan kegiatan seperti ini terus dikembangkan, dan buat anak-anakku semangat selalu dalam belajar ilmu Al-Qur’an, sehingga menjadi anak-anak Qur’ani, dan menjadikan Kota Pariaman menjadi Kota Cerdas Al-Qur’an,” ungkapnya.
Kemudian dalam salah satu acara Wali Kota Pariaman Genius Umar dalam rapat kordinasi (rakor) dengan Kepala Sekolah Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Pariaman juga mengatakan demikian dalam menyiapkan generasi muda masa depan untuk kemajuan Kota Pariaman yang lebuh baik lagi . “Ada empat hal penting, yaitu tentang mutu pendidikan, tentang 5 hari sekolah, tentang sanitasi sekolah, dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Pertama tentang mutu pendidikan, mutu pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh Kepala Sekolah, karena Kepala Sekolah adalah seorang pemimpin (leader), pendidik (educator), motivator, dan pendamping (supervisor). Jika Kepala Sekolah bisa menjalankan fungsinya dengan baik, maka guru-guru yang mengajar anak didiknya juga akan menjadi lebih baik, dan siswa yang menerima pendidikan tersebut akan semakin terarah dengan baik, dalam menyerap ilmu yang diberikan,” ujarnya.
Kedua tentang 5 hari masuk sekolah, dimana Pemerintah Kota Pariaman telah membuat kebijakan Sekolah hanya 5 hari kerja, sedangkan Sabtu dan minggu untuk family time, antara anak dan orangtua, sehingga akan membuat kedekatan anak dan orangtua yang selama ini disibukan dengan kegiatan sekolah dan pekerjaan.
Ketiga tentang sanitasi dan kebersihan sekolah, karena dengan sanitasi yang layak dan bersih, akan membuat anak didik menjadi nyaman dan aman, sehingga mereka merasa tidak takut untuk masuk ke toilet sekolah.
Dan yang terakhir tentang Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Pariaman, dan Kejar Imunisasi di Kota Pariaman untuk anak umur 5 tahun sampai dengan kurang dari 15 tahun. Kami berharap, agar setiap sekolah bisa mensosialisasikannya kepada orang tua murid, untuk dapat mengizinkan anak-anak mereka ikut imunisasi campak dan rubela ini. “Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan hari ini bisa dimengerti dan dipahami oleh semua Kepala Sekolah di Kota Pariaman ini, berikan pendidikan yang baik kepada anak-anak didik kita, sediakan lingkungan yang bersih dan nyaman, sediakan sanitasi yang bersih dan lancar, sehingga anak-anak akan merasa hak-hak mereka di sekolah sudah terpenuhi sehingga kewajiban mereka menerima pendidikan di sekolah akan menjadi lebih baik lagi, jika semua kebutuhan mereka di sekolah sudah terpenuhi,” tandas Genius Umar mengakhiri. (***)






