PADANGPANJANG, METRO-Pemindahan pedagang dari penampungan ke pasar pusat yang merupakan target 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Walikota Padangpanjang Fadly- Asrul, masih saja simpang siur. Tahapan proses lotting berjalan, perpindahan pedagang ke pasar pusat masih dirongrongi kepentingan. Pasalnya, Isu miring mencuat, sejumlah oknum orang-orang dekat walikota minta los dan kios di pasar pusat.
“Informasi yang kami terima adanya permintaan kios dan los dari orang-orang dekat dan tim sukses Walikota Padangpanjang. Jika saja permintaan itu diterima, jelas ada pedagang yang tersingkir dan berkas berkas mereka masuk tong sampah. Kami tidak ingin Pemerintah,Dinas Pengelola Pasar dirongrongi, dan interfensi sejumlah oknum dengan mengatasnamakan walikota,” sebut salah Tokoh Ormas Peduli Pedagang, Pataik, Rabu (3/1).
Dimulainya pembangunan pasar pusat, lebih lanjut Ketua Pemuda Pancasila Padangpanjang itu, pedagang pindah ke penampungan. Sementara dipenampung pedagang kembali dilanda bencana kebakaran seiring bencana tersebut pasar mulai ditinggalkan pengunjung dengan berbagai alasan.
“ Ya, pengunjung mana yang mau masuk ke penampungan yang becek. Tapi, pedagang harus menerima konsekwensi dari pembangunan pasar. Tiga tahun bertahan di penampungan, pedagang kain terpaksa makan kain dan pedagang gelas terpaksa makan gelasnya,”sebut Pataik seraya menyampaikan, dirinya siap akan berada didepan pedagang untuk mempertahankan hak pedagang.
Menyikapi beredarnya isu miring tersebut, salah seorang aktivis Padangpanjang Efendi Caniago, Pemko Padangpanjang, tentunya tidak ingin warganya khususnya pedagang akan terania karna ulah sekelompok orang. “Jika hal itu benar tentunya SOPD sudah bertindak tidak manusiawi lagi. Mengorbankan pedagang untuk orang- orang yang tidak punya hati,” sebut Pen.
Terpisah, salah seorang pedagang, Zulkifli (45) mengungkapkan, sejumlah pedagang dihadapkan dengan dua pilihan, bertahan atau gulung tikar. Pasalnya, sejumlah pedagang tidak lagi menuai untung dan sebaliknya. Mereka sudah makan dagangan mereka sendiri. ”Bagi pedagang kain yang berdara dipinggir jalan masuk, malah mereka harus menjual rokok, untuk memenuhi kebutuhannya,” sebut Bang Zul.
Terpisah, Sekda Padangpanjan Martoni, mengatakan proses pemindahan pasar turus berjalan sesuai teknis. Proses lotting terus berjalan sesuai dengan komuditi pedagang yang merupakan prioritas sebagai pemilik verkoneng aktif.
Sementara itu terkait dengan pengumuman nama-nama pedagang yang dikeluarkan oleh dinas terkait masih terdapat kekeliruan dan terus dilakukan perbaikan perbaikan.
Disisi lain, jelas Martonilagi, nama-nama yang terdaftar tersebut, belum dipastikan mendapatkan bagian kios tau los. Hal itu berkaitan dengan indicator prioritas pedagang yang terbagi dalam pengelompokkan atau komuditi pedagang untuk terdaftar sebagai penghuni kios nantinya.
“Proses lotting telah kita lakukan, baru untuk Pedagang aktif dan pemilik verkoneng aktif,” sebut Martoni, menghimbau pada pedagang jangan terpancing isu dan jika ada keraguan datangi Dinas terkait untuk mendapatkan jawaban.
Terkait isu yang beredar, Kadis Koperindakop Padangpanjang Arfan, menanggapi dengan santai. Sejauh perjalanan proses perpindahan pedagang, pihaknya atau tim tidak pernah di interfensi pihak lain, orang orang dekat atau tim sukses Walikota yang di isu kan.
“Tidak ada Pesanan kios atau los untuk pasar Padangpanjang. Saya pasang badan, jika itu terbukti laporkan saya. Jika anggota saya atau tim nekat bermain laporkan saya dan saya akan bertindak tegas,” sebut Arfan seraya menyampaikan dirinya memang sering ditemui pedagang dan tokoh masyarakat dalam kontek bertanya dan konsultasi. (rmd)





