AGAM/BUKITTINGGI

DPD PKS Bukittinggi Minta Turunkan Tarif BBM Bersubsidi

0
×

DPD PKS Bukittinggi Minta Turunkan Tarif BBM Bersubsidi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD PKS Kota Bukittinggi Mintak turunkan kembali Tarif BBM Bersubsidi
Ketua DPD PKS Kota Bukittinggi, Ibnu Asis

BUKITTINGGI, METRO–Kebijakan sepihak Pemerintah Pusat beserta koleganya menaikkan tarif BBM Bersubsidi pada hari Sabtu 3 September 2022 lalu telah memantik reaksi penolakan bahkan perlawanan dari beragam elemen masyarakat di Negeri ini.

Tanpa terkecuali, PKS menjadi satu-satunya parpol non Pemerintah yang secara jantan, terang-terangan dan  he­roik dari Pusat hingga ke seluruh Provinsi, Kota dan Kabupaten se-Indonesia menyatakan tidak sependapat dan bersebrangan dengan kebijakan Pemerintah tersebut.

Ketua DPD PKS Kota Bukittinggi, Ibnu Asis kepada awak media mengutarakan kekhawatiran,  kegelisahan dan kerisauannya akan kondisi serta nasib nyata  masyarakat, khu­susnya yang berada di Kota Sanjai ini pasca diberlakukannya tarif BBM Bersubsidi yang baru.

Baca Juga  Cegah Covid-19, Disarankan Pelajaran Olahraga Ditiadakan

Ibnu menilai bahwa Pemerintah Pusat tidak memiliki sensitifitas, kepekaan dan kepe­dulian akan beban ekonomi yang harus ditanggung oleh masyarakat pasca didera pandemi covid-19 selama hampir 2,5 tahun semenjak awal ta­hun 2020 lalu.

“Kebijakan ini  momentumnya yang tidak tepat. Disaat daya beli masyarakat menurun, harga bahan pokok yang sudah naik lebih dahulu  ditambah sebagian masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi covid-19”,  imbuh Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Bukittinggi itu.

Maka dirinya mewakili suara hati masyarakat yang sudah kadung menjerit, berteriak dan emosional  melalui berbagai mimbar demonstrasi dan negosiasi, meminta dengan sangat kepada Presiden RI, Jokowi beserta seluruh jajaran Pemerintah Pusat; agar segera melakukan evaluasi, pengkajian dan penelaahan ulang terhadap kebijakan me­naik­kan tarif BBM Bersubsidi ini.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Sumbar Apresiasi TP PKK Nagari Sitalang

Ibnu berpendapat bahwa tidak ada kata terlambat bagi Pemerintah Pusat untuk menganulir keputusan yang sudah diambil demi kebaikan dan kemakmuran seluruh elemen Bangsa. Bahkan pada waktunya, kebijakan menurunkan tarif BBM Bersubsidi kembali seperti sebelumnya atau bahkan lebih murah, akan menjadikan Pemerintah Pusat sebagai “solution maker” yang tanggap dan memiliki “sense of crisis” yang hebat.

“Maka dengan demikian Pemerintah Pusat akan menjadi pahlawan di hati seluruh rakyat Indoneisa,”pung­kas­nya penuh harapan. (pry)