ADINEGORO, METRO – Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade keberatan dengan statemen Juru bicara PSI, Dedek Prayudi menyebut capres Prabowo Subianto kerap berbohong selama berkampanye sepanjang 2018. Andre Rosiade menilai Dedek tengah menuding kubu sendiri alias ‘maling teriak maling’.
“Pernyataan Uki PSI (Dedek Prayudi) ini seperti maling teriak maling,” kata Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra itu kepada wartawan, Rabu (2/1). Andre menyebut Uki sebagai panggilan akrab kepada Dedek.
Andre menegaskan pidato Prabowo Subianto selama ini disampaikan berdasarkan kejujuran. Prabowo, tegas Andre, tak pernah melakukan pencitraan saat berkampanye. Mungkin karena kejujuran itulah, banyak yang merasa kebakaran jenggot atau keberatan.
“Pak Prabowo selama ini selalu bicara jujur apa adanya tanpa pencitraan. Beliau menyampaikan masalah riil yang ada di masyarakat. Seperti kesenjangan ekonomi, sulitnya mencari pekerjaan, dan tingginya harga-harga kebutuhan bahan pokok. Di mana letak Pak Prabowo berbohongnya?” sebut calon anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 ini.
Dedek alias Uki sebelumnya menyebut setidaknya ada tiga kebohongan yang pernah disampaikan Prabowo selama 2018. Pertama, Uki menilai Prabowo berbohong soal kemiskinan meningkat 50%. Dia juga menilai pidato Prabowo soal LRT (Lintas Rel Terpadu) Palembang dan 99 rakyat hidup pas-pasan sebagai suatu kebohongan.
Andre meminta Uki alias Dedek tak main tuduh. Dia menyarankan Uki menagih apa yang disebutnya janji-janji Presiden Joko Widodo. Karena, sejak memimpin 2014 lalu, sangat banyak janji Jokowi yang tidak terpenuhi. Bahkan, hal itu juga tidak akan terpenuhi sampai mengakhiri jabatan 20 Oktober 2019 mendatang.
“Daripada Uki sibuk menuduh Pak Prabowo berbohong, seharusnya Uki mengingatkan Pak Jokowi yang banyak janji kepada rakyat di 2014 tapi banyak yang tidak ditepati. Kalau berjanji lalu tidak ditepati namanya apa itu, kan bohong. Intinya, jangan maling teriak maling. Rakyat sudah tahu modus operandi maling teriak maling ini,” tegas Andre yang juga Wasekjen DPP Partai Gerindra ini.
Andre juga mengomentari, terkait dengan beredarnya beragam survei yang menyatakan Jokowi jauh lebih unggul dari Prabowo, itu belum bisa menjadi acuan. Karena, dari survei internal dan sejumlah survei yang dapat dianggap netral, Prabowo sudah mulai mengimbangi Jokowi. Hal itu karena rakyat ingin perubahan dan Presiden baru 2019 ini.
“Pak Prabowo dan Bang Sandiaga Uno akan selalu berkeliling Indonesia dengan isu perbaikan perekonomian, peningkatan lapangan kerja, penegakan hukum yang adil, dan semua yang tidak mampu dikerjakan oleh pemerintah sekarang. Namun, kami bicara dengan data dan fakta, bukan kebohongan. Kami menawarkan solusi konkret,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini. (*/r)





