METRO PADANG

Dinas Kehutanan Sumbar Berikan Apresiasi Semen Padang, PT Semen Padang Dukung Indonesia’sFOLU Net Sink 2030

0
×

Dinas Kehutanan Sumbar Berikan Apresiasi Semen Padang, PT Semen Padang Dukung Indonesia’sFOLU Net Sink 2030

Sebarkan artikel ini
PERJANJIAN KERJASAMA— Kadept Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis dan Kadis Kehutanan Sumbar, Yozarwardi, melakukan penandatangan kerjasama tentang pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, di Wisma Indarung, Rabu (24/8). Penandatangan disaksikan Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang Oktoweri, Kabid Ekonomi Sumber Daya Alam Bappeda Sumbar, Benny Sati, dan Kepala Unit CSR PT Semen Padang Rinold Thamrin

INDARUNG, METRO–Program pengembangan tanaman kaliandra di kawasan perhutanan sosial yang dilakukan PT Semen Padang mendapat apresiasi yang tinggi dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar Yozawardi. Program pena­naman pohon tersebut dinilai men­dukung isu Indonesia’s (Forestry and Other Land Use) Net Sink 2030, yaitu sebuah kondisi yang ingin dicapai dimana tingkat serapan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan pada tahun 2030 akan seimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi.

“Kaliandra ini banyak manfaatnya dan juga bisa dijadikan sebagai wood pellet (bahan bakar alternatif). Kami berharap, kaliandra ini bisa menjadi sumber energi baru ter­barukan. Makanya, saya apresiasi PT Semen Pa­dang, karena juga akan me­nambah tutupan hu­tan,” kata Yozawardi usai penandatanganan perjan­jian kerjasama tentang (PKS) pemberdayaan ma­sya­rakat sekitar hutan di Wisma Indarung, Rabu (24/8).

Penandatangan perjanjian kerjasama itu dilakukan oleh Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Pa­dang, Iskandar Z Lubis dan Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi, serta disaksikan Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang Oktoweri, Kepala Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Sumbar, Benny Sati, dan Kepala Unit CSR PT Semen Padang Rinold Thamrin.

Yozawardi menjelaskan soal penanaman kaliandra dapat mendukung isu Indonesia’s Net Sink 2030. Kata dia, untuk mencapai FOLU Net Sink 2030 itu, ada beberapa kegiatan strategis yang dilakukan. Salah satunya, menanam pohon, terutama di lokasi perhutanan sosial yang tentunya berdampak baik kepada peningkatan eko­nomi masyarakat sekitar hutan.

“Artinya, ketika menanam pohon kaliandra di lokasi perhutanan sosial, dampaknya akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar hutan. Menanam, memelihara hingga menghasilkan wood pellet dengan masyarakat menjadi subjeknya, tentu dapat meningkatkan pen­da­patan masyarakat sekitar hutan,” ujarnya.

Menurutnya, jika pen­da­patan masyarakat sekitar hutan meningkat, maka tekanan terhadap hutan seperti eksploitasi dan illegal-logging akan semakin kecil. Sebab, illegal-logging dan kebakaran hutan selama ini menjadi salah satu penyebab emisi.

“Jadi, jika masyarakat sekitar hutan menanam dan merawat kaliandra untuk menghasilkan wood pellet, maka mereka tidak akan lagi melakukan pene­bangan hutan secara liar dan mereka tentunya akan bisa menjaga hutan dari tindakan eksploitasi,” bebernya.

Kepala Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Sumbar, Benny Sati,  juga merespons positif PT Semen Padang yang telah bersinergi dengan Dinas Kehutanan dalam rangka pemberdayaan ma­sya­rakat sekitar hutan.

“Kami dari Bappeda sebagai yang mengkoordinir pembangunan di daerah, sangat mengapresiasi kerjasama antara Semen Padang dengan Dinas Kehutanan. Apalagi, kerjasama ini mengarah pada konsep pembangunan hijau yang juga menjadi salah satu konsep pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri me­nye­but bahwa Semen Pa­dang berterima kasih Kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar yang telah mengajak untuk bersinergi da­lam pemberda­yaan ma­sya­ra­kat sekitar hutan. Apa­lagi, dalam sinergi ini juga terdapat kesamaan visi antara Semen Padang dengan Dinas Kehutanan.

“Dengan adanya kesamaan visi ini, tentunya akan menjadi lebih cepat dalam pemberdayaan ma­syarakat sekitar hutan me­lalui penanaman pohon ka­liandra yang menjadi program unggulan TJSL Semen Padang ke depannya. Meski begitu, kami di Semen Padang tidak bicara hasilnya lebih cepat, tapi bagaimana kami menjadi pilot project untuk daerah lain. Kita tidak bicara lokal, tapi skalanya nasional,” kata Oktoweri.

Di samping pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, tambah Oktoweri, penanaman pohon kaliandra ini juga sejalan dengan program green industry PT Semen Padang. “Kaliandra ini sebelumnya sudah kami tanam di kawasan reklamasi tambang batu kapur PT Semen Padang. Target kami bulan depan, akan ditanam di luar Semen Pa­dang. Rencananya, di lahan kritis di Desa Kolok Nan Tuo, Sawahlunto,” pungkasnya. (ren/rel)