AGAM/BUKITTINGGI

Kampus Muslimat Center ADI Aqabah Diresmikan

0
×

Kampus Muslimat Center ADI Aqabah Diresmikan

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO–Dalam rangka membangun penguatan nilai-nilai agama bagi ma­sya­rakatnya, Pemerintah Ka­bupaten Agam terus komit dalam mendukung pendidikan formal maupun non formal yang ada di tengah kehidupan mereka. Salah satu diantaranya, adalah berdirinya Kampus Muslimat Center Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aqabah.

Hal itu ditegaskan Bupati Agam melalui Kadisdikbud Kabupaten Agam, Isra saat meresmikan kampus tersebut, Kamis (1/9) di Nagari Koto Gadang Kecamatan IV Koto.

Menurutnya, masih ba­nyak yang berpandangan bahwa sekolah agama me­rupakan pendidikan yang hanya fokus terhadap pem­belajaran keagamaan. Namun, di era 4.0 dewasa in, paradigma tersebut sudah harus mengalami transformasi kultur, sistem dan nilai.

Baca Juga  Safari Ramadhan ke Masjid As Saadah, Bupati Agam: Perbanyak Ibadah dan Ramaikan Masjid

”Buktinya tidak sedikit santri yang memenangkan olimpiade sains. Baru-baru ini santri asal Indonesia memenangkan medali perak Olimpiade Kimia di Tiongkok. Jadi, tidak menjamin prestasi yang diraih anak dilatarbelakangi dimana mereka sekolah,” ujar Isra membacakan sambutan bupati.

Tak perlu dinafikan, bahwa lembaga pendidikan agama, baik madra­sah, pesantren, dan perguruan tinggi agama sudah banyak melahirkan pe­mimpin bangsa pada masa lalu, kini, dan juga pada masa yang akan datang.

Oleh sebab itu, Isra mengajak, agar perlunya revitalisasi paradigma pen­didikan agama terutama pesantren dalam me­nyelaraskan antara ilmu pengetahuan teknologi de­ngan iman dan taqwa.

Baca Juga  KPU Agam Tunjuk RS Unand Lokasi Tes Kesehatan Calon Kepala Daerah

”Kami berharap tidak ada diskriminasi antara pendidikan disekolah umum dengan sekolah agama. Yang terpenting ba­gaimana menerapkan pendidikan berkarakter terhadap anak,” pintanya.

Menurut Isra, pendidikan karakter dapat ditempuh dengan cara memberikan keteladanan melalui bimbingan yang dilakukan secara kontinuitas serta memberikan sentuhan hati dalam memahami peranannya sebagai lembaga pendidikan.

Terlepas dari itu, Isra menjelaskan bahwa terdapat tiga cara pengembangan peranan dan fungsi lembaga pendidikan. Pertama, berperan sebagai pengawal dan pelestari nilai-nilai agama. Kedua, sebagai pembaru pemahaman keagamaan, dan ketiga, berperan sebagai inspirator, motivator, dan dinamisator pelaksanaan pembangunan pada ting­kat lokal dan regional. (pry)