PEKANBARU, METRO–Kian memburuknya kualitas udara di Pekanbaru, membuat Pemerintah Malaysia mengambil kebijakan untuk mengevakuasi warganya yang ada di ibu kota Provinsi Riau itu.
Jumat (18/9), sekitar 120 warga Malaysia yang menetap di Pekanbaru, terlihat sudah dikumpulkan di kantor konsulat Malaysia di jalan Sudirman, Pekanbaru. Rencananya mereka akan dipulangkan dengan menggunakan pesawat Air Asia. Namun karena bandara masih lumpuh, kepulangan mereka terpaksa ditunda.
Namun seorang staf konsulat Malaysia, Antoni mengatakan, jika pesawat komersil tidak bisa terbang, rencananya warga negara tetangga itu akan dijemput menggunakan pesawat militer dari Bandara Subang, Malaysia. ”Ini sebagai antisipasi, karena indeks pencemaran udara kian melewati ambang batas. Sudah berbahaya,” kata Antoni.
Dari 120 warga Malaysia tersebut, terdiri dari 86 pelajar. Sisanya adalah keluarga WN Malaysia yang sedang berada di Riau.
Dari pantauan kemarin, para warga negara Malaysia ini dibawa dengan menggunakan tiga bus ekslusif menuju bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru. ”Jerebu (asap) sudah berbahaya. Kami diperintah kerajaan untuk kembali dulu ke Malaysia, sampai udara di sini memungkinkan sehat kembali,” kata Fatir (23), seorang pelajar.
Perhatian pemerintah Malaysia yang mengevakuasi warganya, ditanggapi beragam oleh masyarakat Pekanbaru. ”Enaklah mereka, bisa dievakuasi dibayar negara. Kalau kita mau evakuasi kemana? di sini rumah kita. Ya nikmati sajalah asapnya,” kata Karim (26), seorang warga Pekanbaru.
Ada 6,3 juta rakyat Riau kini terpapar asap. Bandara lumpuh, begitu pula dengan dunia pendidikan. Asap pekat telah bertahan memenuhi udara Riau hingga le level berbahaya. Korban terpapar asap sudah tembus 31 ribu orang. Sebagian besar terkena ISPA. Status bencana di Riau saat ini sudah masuk darurat pencemaran udara. (abe/rpg)





