AGAM/BUKITTINGGI

Malalak Tetapkan Calon Lokasi Pembangunan SMA, Bupati Segera Usulkan ke Provinsi

0
×

Malalak Tetapkan Calon Lokasi Pembangunan SMA, Bupati Segera Usulkan ke Provinsi

Sebarkan artikel ini
Malalak Tetapkan Calon Lokasi Pembangunan SMA
TEMU RAMAH— Pemerintah Kecamatan Malalak temu ramah dengan Bupati Agam membahas empat calon lokasi yang nanti bakal dijadikan sebagai tempat dibangunnya satuan pendidikan tingkatan SMA atau kejuruan di Kecamatan tersebut.

AGAM, METRO–Pemerintah Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, tetapkan empat calon lokasi yang nanti bakal dijadikan sebagai tempat dibangunnya satuan pendidikan tingkatan SMA atau kejuruan.

Empat calon lokasi yang tersebar di tiga Nagari itu, diusulkan pada Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, Senin (25/7), di Mess Pemkab Agam Belakang Balok.

Camat Malalak, Rahmad Fajri menyebutkan, keempat lokasi yang sudah ditetapkan itu yaitu satu lokasi berada di Nagari Malalak Selatan, dua lokasi di Malalak Utara dan satu lokasi di Malalak Barat.

Dengan rincian di Malalak Selatan luas tanah dibebaskan 18.000 meter persegi, Malalak Utara 2 lokasi masing-masingnya luas 30.000 meter persegi. Sedangkan di Malalak Barat luas tanah dibebaskan 15.000 meter persegi.

Baca Juga  Dinas Pertanian Agam Gelar Pelatihan Pompanisasi, Tingkatkan Kompetensi Petani dalam Operasional Alsintan

“Tanah di Nagari Malalak Selatan dan Utara ini milik perorangan, beda halnya dengan Nagari Malalak Barat yang dimiliki kaum,”terangnya.

Ia menjelaskan, keberadaan SMA di Malalak sangat diimpikan masyarakat, karena selama ini untuk melanjutkan pendidikan mereka harus menyekolahkan anak-anaknya keluar Malalak.

Sementara itu, Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman menyebutkan, Malalak sudah sepantasnya miliki sekolah tingkatan SMA atau kejuruan, karena seiring perkem­ba­ngan populasi siswa setiap tahunnya mengalami peningkatan.

“Kita miris Malalak belum miliki SMA, bahkan siswa yang sudah tamat SMP harus keluar Malalak untuk melanjutkan pendidikannya,” ujarnya.

Baca Juga  Jusuf Kalla Resmikan Pengoperasionalan Masjid Tabligiyah Garegeh, 1970, Pertama Kali Diresmikan Wapres Moh Hatta

Kondisi ini katanya, membuat masyarakat makin kesulitan, selain jarak tempuh jauh juga berdampak pada pengeluaran yang tinggi. Untuk itu, ia minta pemerintah kecamatan segera membuat proposal, yang nanti akan diusulkan ke pemerintah provinsi.

“Memang secara lisan dan secara pribadi kita sudah sampaikan, tentu yang tertulis juga dibutuhkan,” katanya. (pry)