METRO JUSTICIA

Polda Sumbar Gelar Upacara Hari Bela Negara

0
×

Polda Sumbar Gelar Upacara Hari Bela Negara

Sebarkan artikel ini

Kapolda: Tebarkan Semangat Patriotisme dan Nasionalisme
PADANG, METRO – Bela negara merupakan wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat, dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda, tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesi masing-masing. Karena, bela negara membutuhkan kerjasama elemen bangsa dan negara, bukan hanya pemerintah atau satuan kerja tertentu saja.
Hal itu disampaikan Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, membacakan pidato Presiden Republik Indonesi, Joko Widodo, saat memimpin upacara Hari Bela Negara ke 70, di halaman Mapolda Sumbar, Rabu (19/12). Bela negara tidak dapat hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata. Namun, harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi.
”Aparatur negara, baik sipil maupun militer yang berjuang, bertugas di pelosok tanah air sesungguhnya sedang melakukan bela negara. Kita semua mampu membawa indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri, adil dan makmur serta berkepribadian dalam kebudayaan,” ungkap Irjen Pol Fakhrizal.
Irjen Pol Fakhruzal menjelaskan pada hari ini, tepat 70 tahun lalu, Mr. Syarifudin Prawiranegara, Menteri Kemakmurah RI, mendeklarasikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), atas inisiatifnya melampaui panggilan tugas yang menjadi tanggungjawab beliau.
”Upaya politik dan diplomasi Mr. Syarifudin Prawiranegara, terbukti berhasil mengatasi kekuatan militer penjajah, dan menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih tegak berdiri. Merekalah yang telah membuat republik ini bisa tetap eksis untuk hadir melayani rakyatnya. Berkat rahmat Allah SWT,  kita dapat kembali memperingati hari bela negara tahun ini,” ungkap Irjen Pol Fakhrizal.

Irjen Pol Fakhrizal menjelaskan tidak hanya sekadar memperingati, menebarkan semangat patriotisme dan nasionalisme yang sangat dibutuhkan. Semangat juang seperti inilah yang perlu lahir dalam diri masyarakat Indonesia. Dicanangkan untuk menghormati dan mengajak semua warga negara untuk membela negara melebihi panggilan tugas yang menjadi tanggung jawabnya bela negara.
”Sebagai negara besar dengan penduduk terbanyak keempat di dunia serta negara maritim dengan ribuan pulau bangsa yang Bhineka dalam suku ras dan agama, kita bersyukur bahwa negara Indonesia tetap rukun damai dan bersatu.  Selain TNI-Polri, profesi guru juga dimaknai sebagai bela negara. Mereka yang mengajar walaupun bukan guru, mengajak masyarakat untuk hidup sehat walaupun mereka bukan pegawai kesehatan,” jelas Irjen Pol Fakhrizal.
Penetapan peristiwa bersejarah ini, sebagai hari bela negara merupakan penegasan bahwa bela negara sejak dulu telah memiliki konteks yang sangat luas.  Pada momen bela negara, pesan presiden yang dibacakan kapolda mengajak masyarakat menginsyafi kembali kemerdekaan bangsa dan negara, yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa, sebagai modal dasar kerja bangsa segala bidang.
”Tugas negara tentulah bukan tugas yang ringan, seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi. Kesadaran bela negara, harus ditanamkan dalam jiwa dan raga segenap bangsa Indonesia sejak dini, antara lain melalui kewajiban mengikuti pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, serta aksi nasional bela negara di berbagai bidang,” pungkasnya. (rgr)