METRO SUMBAR

Didampingi Wako Fadly Amran, Gubernur Mahyeldi Resmikan Asrama Baru Perguruan Thawalib

1
×

Didampingi Wako Fadly Amran, Gubernur Mahyeldi Resmikan Asrama Baru Perguruan Thawalib

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, S.P Datuak Marajo didampingi Wali Kota, H. Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano meresmikan Asrama Baru Perguruan Thawalib, Selasa (12/7).

PDG.PANJANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat, Mahyeldi Ansharullah, S.P Datuak Marajo didam­pingi Wali Kota, H. Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano meresmikan Asrama Baru Perguruan Thawalib, Selasa (12/7). Gedung asrama yang di­res­mikan ini merupakan bangunan yang rampung pada tahap I, dimulai November 2021 lalu. Luas terbangun saat ini yaitu 12 x 48 meter persegi. Terdiri dari 8 kamar, 1 kamar diisi 16 santri. Adapun total luas keseluruhan yaitu 48 x 36 meter persegi untuk 22 kamar, menampung 352 santri.  Pemko Padang Panjang turut memberikan dana hibah pada pembangunan asrama ini sebesar 300 juta.

Tampak hadir, anggota DPR RI yang merupakan Ketua Pembina Yayasan Perguruan Thawalib, Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si, Ketua DPRD, Mardiansyah, A.Md, Forkopimda, jajaran pejabat Pemko dan unda­ngan lainnya. Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya menyampaikan, Perguruan Thawalib memiliki peranan penting dalam kemerdekaan Indonesia, serta turut menghadirkan tokoh nasional, dan karya besar. “Catatan sejarawan terdapat 9.000 lebih karya ulama Minangkabau. Di antaranya berasal dari u­lama yang dilahirkan di Thawalib,” sebutnya.

Baca Juga  42 Warga Binaan Rutan Sawahlunto Nyoblos

Mahyeldi berharap, Tha­walib dapat berperan menjaga falsafah Adat Ba­sandi Syarak, Syarak Ba­sandi Kita­bullah. Thawalib diharapkan kembali menghadirkan ulama kelas du­nia maupun nasio­nal. “Mudah-mudahan Tha­walib bisa menjawab ke­rinduan itu semua,” ujarnya.

Sementara itu Wako Fadly menuturkan, akan selalu mendukung perguruan Thawalib yang telah men­cetak sederet orang-orang hebat. Thawalib, sebutnya, merupakan aset dan ikon Kota Padang Panjang serta Sumbar. Terkait peresmian gedung asrama baru, Fadly mengatakan, hasil sumbangsih bersama secara materil, te­naga, pikiran, support dan doa. “Peresmian ini merupakan amalan kita bersama. Thawalib milik Sumbar dan Kota Padang Panjang,” ujarnya.

Menurut Fadly, kader Thawalib banyak yang menjadi pemimpin dan memberikan pengaruh. Dasar ilmu kepemimpinan di Thawalib perlu dipertahankan dan diberikan kepada santri.  “Semoga lulusan Thawalib menjadi ulama yang memiliki leadership. Kepada wali santri hendaknya juga bertanggung jawab di keluarga, mempertahankan prinsip yang diajarkan di Thawalib,” katanya.

Baca Juga  Mak Itam Bakal Beroperasi lagi

Guspardi Gaus menuturkan, Thawalib telah menampakan progres ke arah yang lebih baik. “Proses perbaikan sesuai harapan. Saya sangat merasakan bagaimana dinamika di Thawalib. Berbeda dengan yang lain, Thawalib memi­liki khasanah serta karakter tersendiri,” tuturnya.

Kepala Kantor Kemen­te­rian Agama (Kemenag) Padang Panjang, Drs. H. A­lizar, M.Ag sebagai alumni Tha­walib, mengingatkan pe­san dari salah seorang lul­usan Thawalib Mansoer Daoed Datuak Palimo Ka­yo, bahwa Thawalib bisa ber­tahan bila “bapucuak ka ateh dan baurek ka bawah”. Da­tuak Palimo Kayo, selain ulama, juga berkiprah sebagai politisi dan sempat menjadi diplomat sekaligus duta besar. “Kami melihat. agaknya itu yang diamalkan. Yang tak dapat di­sang­kal Padang Panjang sebagai Serambi Mekkah, benang merahnya tak lepas dari Thaw­alib yang sudah ada sejak 1911 lalu. Embrionya dari Surau Jembatan Besi,” ungkap­nya. (rmd)