PAYAKUMBUH/50 KOTA

Telusuri Kondisi Pembangunan Nagari Sialang, Limapuluh Kota, Mahyeldi: Akses Jalan ke Riau Dibutuhkan untuk Gerakkan Ekonomi

1
×

Telusuri Kondisi Pembangunan Nagari Sialang, Limapuluh Kota, Mahyeldi: Akses Jalan ke Riau Dibutuhkan untuk Gerakkan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
ARAHAN—Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan arahan terkait pembangunan saat silaturahmi dengan warga Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (10/7) di Masjid An Nur Nagari Sialang.

SIALANG, METRO–Akses jalan menjadi perhatian Gubernur Su­matera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah sa­at meninjau Nagari Galugua dan Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Ka­bupaten Limapuluh Kota, Minggu (10/7). Mahyeldi mengatakan, meski jalan yang ada saat ini sudah diaspal, namun diakuinya dari hasil perjalanannya dari Ujung Batu Kabupa­ten Rokan Hulu Provinsi Riau yang memakan waktu tempuh setengah jam ke Nagari Sialang, masih dibutuhkan pelebaran ja­lan menuju nagari tersebut.

“Jadi jalan ini sebelumnya saya sudah minta dibangun jalan dari Ujung Batu. Saya minta kepada Dinas PUPR Provinsi Sumbar waktu itu, agar dibangun jalan dari nagari ini untuk akses hingga ke Provinsi Riau,” ungkap Mahyeldi saat menghadiri kegiatan kurban di Mas­jid An Nur, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX.

Dengan adanya pembangunan jalan tersebut, maka dari Sialang menuju Pangkalan hingga ke Riau saat ini sudah bagus. Namun diakuinya, saat ini masih ada penyempitan jalan. “Kita ingin akses jalan ini bagus ke Riau. Agar akses penggerak ekonomi terbuka lancar,” harapnya. Untuk pelebaran jalan di Nagari Sialang ini, Mahyeldi meminta kepada Bupati Limapuluh Kota, Syafaruddin Dt Bandaro Rajo agar menyediakan lahan yang bisa di­bangun untuk pelebaran jalan.  “Saya sekarang harus minta tanah kepada Pak Bupati untuk pelebaran jalan,” harapnya.

Selain pembangunan akses jalan, di Nagari Sialang ini juga perlu diba­ngun pesantren-pesantren nantinya. Karena saat ini pesantren-pesantren banyak di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Li­mapuluh Kota.  Dengan adanya pesantren-pesantren di Nagari Sialang yang berbatasan dengan Provinsi Riau, maka akan banyak nantinya masya­rakat dari Pekanbaru Riau yang bisa belajar di pesantren di sini.

Termasuk juga hadir­nya SD Islam Terpadu (SDIT). Dengan banyaknya SDIT maka sekolah-sekolah negeri bisa di­kalahkan dengan SDIT sekarang. “Dengan ba­nyaknya masyarakat yang menyekolahkan anaknya di SDIT membuktikan ma­syarakat memberikan pen­didikan anaknya de­ngan memilih sekolah yang ber­kualitas,” ungkapnya.

Saat kunjungannya di Nagari Sialang, Mahyeldi juga menyorot masalah gambir yang menjadi sa­lah satu komoditi unggulan di nagari ini. Mahyeldi berjanji akan usahakan dalam tahun ini menyiapkan konsep untuk me­ngatasi masalah gambir ini. Termasuk juga potensi madu asal Nagari Sialang juga jadi perhatian Mah­yeldi. Diungkapkannya, saat ini produksi madu di Sumbar mencapai 2 ton per bulan. Karena itu yang sangat dibutuhkan se­karang adalah mendirikan pabrik pengolahan madu ini. Potensi lainnya di sektor perikanan. Potensi sungai Batang Kampar yang ada di nagari ini juga memiliki potensi budidaya ikan garing. Potensi perikanan ini memiliki pasar yang menjanjikan untuk di jual di Provinsi Riau dan bahkan bisa juga ke Negara Malaysia. Karena harga ikan garing di negara tersebut cukup mahal. Namun dari potensi komoditi yang besar yang dimiliki nagari ini, baik itu sawit, getah, gambir, ma­du, perikanan dan lainnya, sekali lagi Mahyeldi menekankan yang paling dibutuhkan adalah akses jalan.

Selain itu juga yang tidak kalah penting perlunya akses pelayanan publik yang dibangun di nagari perbatasan dengan Pro­vinsi Riau ini. Dengan jumlah penduduk yang cukup banyak maka akses pendidikan dibangunnya se­kolah-sekolah menjadi sangat penting. Sementara, akses kesehatan perlu ada ada puskesmas yang melayani rawat inap akan dibangun di sini. Karena puskesmas tidak ada di sini. Termasuk juga akan dibangun pasar. Sehingga ada transaksi ekonomi.

Bupati Limapuluh Ko­ta, Syaffarudin Dt Bandaro Rajo mengatakan, Ka­bu­paten Limapuluh Kota termasuk kabupaten yang paling banyak dikunjungi Gubernur Sumbar. Namun, kunjungan kali ini merupakan kunjungan Gu­bernur Sumbar menghadirkan paling banyak OPD.  “Ada puluhan OPD yang dihadirkan pada kunjungan Gubernur Sumbar kali ini. Ini yang terbanyak. Ini apresiasi dan bukti Gubernur Sumbar peduli membangun Kabupaten Limapuluh Kota. Saya ya­kin Limapuluh Kota akan maju di bawah kepe­mim­pinan Gubernur Sumbar sekarang,” harapnya.

Ikut dalam kunjungan Gubernur Sumbar ke Nagari Sialang dan Nagari Galugua hari itu, 25 Kepala OPD Pemprov Sumbar, Ketua Baznas Provinsi Sumbar. Selain itu juga hadir menyambut kedatangan rombongan Gubernur Sumbar, Ketua DPRD Rokan Hulu yang juga Tokoh Perantau Asal Sialang, wali nagari, mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol, tokoh masyarakat, pemuda dan bundo kanduang. (fan)