SOLOK, METRO–Di Kota Solok menurut Walikota Solok, Zul Elfian, Beras Solok merupakan potensi bagi daerah. Apalagi didukung letak geografis Kota Solok yang sangat cocok untuk tanaman padi yang menghasilkan beras dengan cita rasa khas.
“Beras Kita (Beras Solok) ini merupakan salah satu potensi daerah yang seharusnya penopang perekonomian masyarakat dan daerah. Dan kota Solok yang letak geografis daerah sangat mendukung untuk menghasilkan beras kualitas premium,” sebut Zul Elfian.
Kota Solok yang dikenal luas sebagai penghasil beras tidak terlepas dari peran besar para petani yang terus menjaga kualitas beras Solok. Semangat tersebut harus diteruskan dengan menjaga orisinalitasnya.
Bagi banyak konsumen, poduksi beras asal Kota Solok masih menjadi primadona dalam mengisi kebutuhan beras lokal dan nasional dan berpeluang merambah pasar ekspor. Namun, masih disayangkan kuantitas produksi masih terbatas.
Seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kota Solok menghadirkan tantangan baru bagi para petani. Alih fungsi lahan menjadi ancaman serius yang patut menjadi perhatian semua pihak.
Secara kasat mata bisa dilihat, sejumlah titik yang sebelumnya masih menjadi areal sawah sudah dimanfaatkan untuk lokasi bangunan dan pertokoan. Mempertahankan sawah Solok seakan menjadi pekerjaan berat bagi pemerintah dan masyarakat.
Tuntutan kebutuhan pembangunan dan ekonomi seakan menjadi alasan yang sulit dihindari bagi masyarakat pemilik lahan dalam mempertahankan areal persawahan.
Untuk kualitas beras solok diakui Zul Elfian sudah memenuhi untuk bersaing di pasar. Namun kontinuitas perlu diperhatikan. Sebab tanpa adanya produksi yang berkesinambungan, kuantitas dan kualitas tidak ada artinya. (vko)





