ULAK KARANG, METRO–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang menetapkan tahun masuk ajaran baru sekolah Tahun Ajaran (TA) 2022 / 2023, besok, Selasa (12/7). Artinya, siswa tingkat SD dan SMP memiliki waktu libur sehari lagi dari jadwal sebelumnya yang sudah ditetapkan, jika sekolah perdana tahun ajaran baru dimulai Senin (11/7).
Perubahan awal masuk sekolah tersebut sesuai SE Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Nomor: 421.1/3516/Dikbud/Dikdas.01/2022 tanggal 7 Juli 2022, perpanjangan libur mempertimbangkan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama yang menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 H pada Minggu, 10 Juli.
Sementara, diketahui bahwasanya libur (tanggal merah) Idul Adha sebelumnya di Kalender tanggal 9 Juli 2022. Karena pengunduran Idul Adha tersebut, Pemko Padang memutuskan untuk mengundur juga awal masuk sekolah 1 hari.
Perubahan awal masuk sekolah tahun ajaran baru tidak hanya untuk tingkat SD dan SMP yang di bawah kewenangan Pemko Padang. Pada tingkat SMA yang di bawah Pemerintah Provinsi Sumbar juga melakukan hal yang sama.
Kepala Disdikbud Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan penetapan tersebut sesuai edaran No 421.1/3516/ Dikbud/ Dikdas 01/2022. Ia menyampaikan, sistem pembelajaran digelar tatap muka untuk ke semua tingkatan mulai dari TK/PAUD, SD dan SMP negeri/swasta.
“Pembelajaran Tatap Muka (PTM) full digelar dan siswa tetap antar jemput oleh wali murid,” ujar Habibul, Minggu (11/7).
Ia mengimbau kepada pihak sekolah agar tidak menambah hari libur dan ikuti aturan yang ada. Begitu juga pada peserta didik. Sedangkan kepada wali murid untuk mempersiapkan segala kebutuhan anak. “Seragam sekolah, sepatu, tas dan lainnya mesti sudah ada sehari sebelum ke sekolah,” paparnya.
Terkait masih didapatnya anak yang tidak terima di sekolah negeri lanjutnya, tentu mesti ke swasta lagi nyambung. Supaya anak tetap bersekolah sama seperti rekan-rekannya.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Padang, Zulhardi Z Latief mengatakan tentu anak yang tidak diterima di sekolah negeri sejatinya harus ke swasta dan itu tidak bisa dinego lagi. “Sekolah swasta sekarang telah maju dan kualitasnya bagus,” ujar kader Golkar ini. (ade)






