BERITA UTAMA

Ada Gangguan, Listrik di Sebagian Wilayah Sumbar Padam

9
×

Ada Gangguan, Listrik di Sebagian Wilayah Sumbar Padam

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Sebagian besar wilayah di Sumatra Barat (Sumbar) me­nga­lami pemadaman listrik total atau blackout sejak Senin (4/7) malam sekitar pukul 18.31 WIB.

Pemadaman listrik yang disebabkan gangguan peng­hantar SUTT 150 KV Lahat-Bukit Asam tersebut juga terdampak ke sebagian wilayah di Lampung, Sumatera Sela­tan, Jambi dan Bengkulu.

Vice President Komunikasi Korporat PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan, saat ini, para petugas di bawah koordinasi Direktorat Bisnis Regional Su­matera Kalimantan terus melakukan penormalan secara bertahap di seluruh unit PLN terdampak.

“Agar sistem kelistrikan dapat kembali normal. Pa­da pukul 20.17 WIB, sistem kelistrikan Sumatera telah menyatu, dan terus dilakukan perkuatan dan penormalan dengan estimasi waktu sekitar 3 jam ke de­pan,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima koran ini.

Ia mengatakan, penye­bab padamnya listrik saat ini masih ditelusuri oleh petugas PLN di lapangan.

“Kami sampaikan permohonan maaf atas keti­daknyamanan yang dialami oleh para pelanggan terdampak. Informasi penormalan akan kami perbarui secara periodik melalui media sosial masing-masing Unit Induk PLN dan siaran pers ke media,” pungkasnya.

Dalam permohonan ma­af yang ditulis pada sejumlah grup WhatsApp tersebut, PLN Unit Induk Wilayah Sumatra Barat (Sumbar) menyatakan pa­damnya lampu akibat ada gangguan di penghantar SUTT 150 KV. Gangguan tersebut mengakibatkan padamnya pasokan listrik di beberapa wilayah di Provinsi Sumbar. PLN UIW Sumbar mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan perbaikan.

“Yang Terhormat Pelanggan PLN. Sehubungan dengan terjadinya gangguan penghantar SUTT 150 KV Lahat- Bukit Asam, sehingga berdampak padamnya pasokan listrik di beberapa wilayah Sumbar, Lampung, Sumsel, Jambi dan Bengkulu. Saat ini petugas sedang melakukan perbaikan gangguan , mohon doanya agar gangguan segera teratasi. Terima Kasih,” tulis PLN dalam rilisnya. (rel)