BERITA UTAMA

Gubernur Sumbar Dukung Geopark Silokek Menjadi UNESCO Global Geopark

0
×

Gubernur Sumbar Dukung Geopark Silokek Menjadi UNESCO Global Geopark

Sebarkan artikel ini
AUDIENSI—Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menerima audiensi Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir bersama Sekda Kabupaten Sijunjung yang juga Ketua Badan Pengelola Geopark Silokek, Zefnihan, Sabtu, (2/7) di Istana Gubernur.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mendukung penuh Geopark Ranah Minang (GRM) Silokek  menjadi UNESCO Global Geopark.

Mahyeldi juga menyatakan Pem­prov Sumbar mendorong Pemkab Sijunjung agar melakukan persiapan pendukung lainnya. Seperti, me­ngumpulkan seluruh dokumen seja­rah terkait dengan Minangkabau, Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan sejarah Kereta Api (KA) di Kabupaten Sijunjung.

“Dorongan lainnya, juga bisa menggelar kegiatan School Stay Geopark untuk tingkat SLTA di Sumbar ke Geopark Ranah Minang Silokek,” kata Mahyeldi, saat menerima audiensi Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir bersama Sek­retaris Daerah Kabupaten Sijunjung yang juga Ketua Badan Pengelola Geopark Silokek, Zefnihan, Sabtu malam (2/7) di Istana Gu­bernur.

Hadir saat audiensi tersebut, sejumlah pejabat OPD Pemkab Sijunjung dan OPD Pemprov Sumbar. Mah­yeldi juga mengharapkan, Pemprov Sumbar dan Pemkab Sijunjung mengoptimalkan pemberitaan dan promosi sampai hal terkecil sekalipun, terkait dengan promosi GRM Silokek.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir menyampaikan kepada gubernur, perkembangan terkini serta komitmennya untuk men­jadikan Silokek seba­gai UNESCO Global Geo­park, dengan menjaga wa­risan yang saat ini sudah ditetapkan sebagai warisan budaya nasional.

Warisan tersebut yaitu Perkampungan Adat Matrilineal Padang Ranah dan Geopark Silokek itu sendiri. Yang terbaru menurut Benny, seluruh dosier dan dokumen pengusulan aspiring UNESCO Global Geopark yang sebelumnya telah mendapat rekomendasi Gubernur Sumbar, sudah diselesaikan dan sudah dikirim ke Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI). “Saat ini dokumen sedang diverifikasi KNGI,” ujar Benny.

Benny bersama tim dari Badan Pengelola Geopark Silokek terus gerak cepat melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan mimpi besar tersebut. Terakhir, Benny bersama tim dan pejabat terkait melakukan audiensi dengan Delegasi Te­­­tap RI di UNESCO di Ne­gara Perancis.

Seperti diketahui, ada 11 kabupaten dan kota di Provinsi Sumbar yang memiliki keka­yaan berupa keunikan geologi, unsur arkeologi, ekologi dan budaya yang dikenal dengan geopark.

Kawasan Geopark Silokek  merupakan kawasan geologi yang didominasi batuan kapur/gamping yang mana keberadaannya jauh di luar kawasan Patahan Besar Sumatera (Sumatran Great Fault). Destinasi wisata Geopark Silokek berlokasi di Nagari Silokek, Kabupaten Sijunjung. Lokasi tersebut berjarak 15 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Sijunjung, Muaro Sijunjung.

Jika menggunakan kendaraan bermotor, akan memakan waktu sekitar satu jam. Melewati pemukiman warga dan sejumlah rumah adat bagonjong. Perjalanan itu terbayar lunas ketika sampai di lokasi Geopark Silokek. Pemandangan menakjubkan akan tersaji di depan mata. Karena pengunjung langsung disambut berbagai keindahan di dasar lembah.

Geopark Silokek dikelilingi beberapa destinasi wisata lainnya yang bisa dikunjungi. Di antaranya, Ngalau Cigak, Ngalau Talago, dan Pulau Andam Dewi. Tidak kalah menakjubkan, di Geopark Silokek adalah adanya bebatuan purba yang di­perkirakan be­ru­sia 260 sampai 320 juta ta­hun. Bahkan, pa­da penghujung tahun 2018 lalu, Geopark Silokek ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi sa­lah satu kawasan Geopark Nasional.

Geopark Silokek dilintasi Sungai Batang Kuantan yang dikelilingi gugusan tebing ngalau yang menjulang tinggi dan dibalut keberagaman hayati. Di sa­na, pengunjung bisa mela­ku­kan aktivitas arum jeram yang mengasyikkan. Geo­park Silokek tidak hanya dijadikan sebagai destinasi wisata saja. Tapi juga sebagai kepentingan objek penelitian geologi oleh pihak akademis, sejarawan, dan lainnya.

Jika dilihat satu demi satu area kawasan Geo­park Silokek, maka yang pertama kali yang dilihat adalah Ngalau Cigak. Ngalau Cigak berada di dalam area perkampungan Silokek yang diapit batuan karang menjulang tinggi, dalam kawasan hutan ma­syarakat yang disebut Pulau Andam Dewi.

Pemkab Sijunjung saat ini sedang berupaya menjadikan Geopark Silokek agar naik status menjadi UNESCO Global Geopark setelah sebelumnya men­dapat sertifikasi sebagai Geopark Nasional dari kementerian terkait.

Sejumlah langkah su­dah dilakukan. Salah satunya, melalui berbagai forum pertemuan, mengu­sulkan Geopark Nasional Ranah Minang Silokek untuk naik status menjadi UNESCO Global Geopark.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, dibutuhkan dukungan semua pihak, tidak terkecuali dukungan kepada tim penyusun Geopark Silokek di bawah koordinasi Prof Febrin Anas Ismail dan anggota.

Prof Febrin salah satu penggagas dan mendesain Geopark Silokek, sampai akhirnya Geopark Silokek di akhir 2018 lalu ditetapkan menjadi Geo­park Nasional. Di Provinsi Sumbar, sudah memiliki tiga Geopark Nasional. Yaitu, Geopark Ngarai Sianok Maninjau, Geo­park Sa­wahlunto, dan Geopark Silokek.

Namun, masih ada empat geopark lagi yang akan diusulkan menjadi Kawa­san Geopark Nasional yaitu Geopark Harau, Talangmau, Singkarak dan Geopark Goa Batu Kapal. Pada tahun 2023 nanti, ditargetkan seluruh geopark tersebut yang dinamakan Geopark Ranah Minang dapat menjadi UNESCO Global Geopark.

Pemprov Sumbar men­dukung penuh pengem­bangan kawasan geopark di Sumbar yang berpilar kepada konservasi, edu­kasi dan pemanfaatan eko­nomi masyarakat melalui geowisata. (fan/adv)