SOLOK/SOLSEL

BPBD Solok Kerja Sama dengan BPBD Sumbar, Pemko Fokus untuk Minimalisir Dampak Bencana

0
×

BPBD Solok Kerja Sama dengan BPBD Sumbar, Pemko Fokus untuk Minimalisir Dampak Bencana

Sebarkan artikel ini

SOLOK, METRO–Meminimalisir dampak bencana bagi masyarakat menjadi perhatian petugas BPBD Kota Solok. Salah upaya, BPBD Kota Solok bekerjasama dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan acara sosialisasi penumbuhan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kalaksa Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang Pen­cegahan dan Kesiapsiagaan, Fajar Sukma, S.Pd sekaligus selaku narasumber.

Menurut Fajar, kegiatan sosialisasi Destana merupakan rangkaian kegiatan BPBD Provinsi Su­matera Barat dalam rangka pendampingan kelurahan tangguh bencana.Pelatihan dilakukan langsung oleh Pool of Fasilitator (PoF) Penanggulangan Bencana BPBD Sumbar.

Sedangkan BPBD Kota Solok ditugaskan men­dampingi proses pembuatan kelurahan tangguh bencana sampai akhir. “PoF merupakan wadah untuk berbagi ilmu pengetahuan bagi para anggota yang berasal dari BPBD dan Non BPBD,” ujarnya.

Baca Juga  Penilaian Wahana Tata Nugraha 2024 di Jakarta, Wako Zul Elfian Paparkan Kondisi Transportasi Perkotaan di Kota Solok

Dan petugasnya yang memiliki kompetensi di bidang penanggulangan bencana baik sebagai fasilitator, narasumber, instruktur dan moderator.  “Untuk fasilitator pendamping untuk Kelurahan Tanah Garam adalah Hidayatul Irwan (Kepala Markas PMI Sumbar) dan pendamping untuk Kelurahan IX Korong adalah Tomi Susanto (KOGAMI Sumbar), sebut Fajar Sukma.

Dikatakan, waktu dan pelaksanaan kegiatan ini ditentukan oleh masing-masing kelurahan sehingga tidak mengganggu jadwal pekerjaan masyarakat yang mendapat pelatihan.  “Melalui kegiatan ini diharapkan kelurahan yang mendapat pendampingan dapat menjalankan kelurahan tangguh bencana sesuai dengan amanat Perka BNPB Nomor 1 tahun 2012,” harapnya .

Baca Juga  Dukung Kebijakan Nasional, Dinas Pangan Gelar GPM

Selain  itu kelurahan dapat mampu meningkatkan kapasitas masyarajat dan kelurahan dalam meng­hadapi potensi bencana yang memiliki karakteristik berbebeda di setiap keluarhan.

“Diharapkan juga telah terbentuk Forum Pengu­rangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat kelurahan serta tersedianya rencana kontijensi di masing-masing kelurahan,” katanya.

Dalam kegiatan itu leserta terdiri dari 5 orang perwakilan OPD dari Kota Solok, 5 orang dari perwakilan Kelurahan IX Korong, 5 orang perwalikan Kelurahan Tanah Garam. Nantinya, pedampingan Destana akan berlanjut di masing-masing kelurahan. Setiap kelurahan diminta menyiapkan 25 orang peserta untuk diberikan pelatihan pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana di Kota Solok. (vko)