OLAHRAGA

Kopinkra Pusako Minang Diapresiasi Menteri Koperasi dan UKM

0
×

Kopinkra Pusako Minang Diapresiasi Menteri Koperasi dan UKM

Sebarkan artikel ini
STAND PAMERAN-Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki saat saat mengunjungi stand pameran Kopinkra, di Rumah Kelahiran Bung Hatta, Bukittinggi, Jumat (1/7) yang lalu

BUKITTINGGI, METRO–Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia mengapresiasi keaktifan Koperasi Industri Kerajinan Rakyat (Kopinkra) Pusako Minang, Bukittinggi. Hal itu disampaikan Menteri Teten Masduki saat mengunjungi stand pameran kopinkra, di Rumah Kelahiran Bung Hatta, Jumat, (1/7) yang lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Teten Masduki didampingi Sekda Bukittinggi, Martias Wanto dan Kepala SKPD Disdikbud, Melfi Abra serta Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdaga­ngan, Nauli Handayani.

Teten Masduki menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh koperasi yang ada di Sumatra Barat termasuk ko­perasi binaan Kemenkop yang ada di Bukittinggi.

”Saya pikir Kopinkra Pusako Minang ini cukup produktif terutama dalam memberdayakan ibu-ibu membuat produk produk kriya dan saya kira dikelola dengan baik, sehingga betul-betul membantu para pengrajin untuk proses produksi dan mengembangkan usa­hanya saya sangat mengapresiasi,” kata Menteri Teten.

Menurutnya harus ada pe­ngembangan lagi dan perlu penguatan permodal koperasi, Kemenkop dan UKM juga siap membantu promosi produk UKM lokal.

“Pemasaran dari Kopinkra Pusako Minang sudah luar biasa, ini tentu harus ditingkatkan lagi, kami siap memberikan pendampingan melalui peme­rintah provinsi dan pemerintah daerah tingkat II, cuma memang kita harus terus mengembangkan model bisnis koperasia agar dapat menjadi pilihan rasional masyarakat dalam berusaha hingga lebih kompetitif,” jelasnya

Ketua Kopinkra Pusako Minang, Novita, menjelaskan, kopinkra Pusako Minang berdiri dari tahun 2011 di Bukittinggi. Pada tahun 2013 lalu Kopinkra mendapat bantuan sebesar Rp 100 juta, yang digunakan untuk pengembangan usaha koperasi.

”Kami merupakan binaan dari pusat, Alhamdulillah sampai sekarang sudah berkem­bang hampir Rp200 juta, saat ini koperasi kita memiliki 59 o­rang anggota, yang bisa me­minjam hingga Rp30 juta,” kata Novita.

Kopinkra Pusako Minang berkembang melalui usaha bahan baku kerajinan tangan songket dan bordiran, koperasi ini juga terus mendapat binaan dari pusat, provinsi dan Peme­rintah Kota Bukittinggi.

”Semua produk kita merupakan hand made yang di­produksi melalui bahan baku yang dimiliki Kopinkra Pusako Minang, kita punya toko bahan baku mukena dan bahan baku computerized, hasil produk kita dicari oleh wisatawan yang datang ke Bukittinggi, ada mukena, baju kurung, baju koko dan lain-lain, semuanya khas Bukittinggi,” pungkasnya. (pry)