BERITA UTAMA

Berusia lebih 500 Tahun, Kapolda Sumbar Serahkan Benda Pusaka Raja Minangkabau

0
×

Berusia lebih 500 Tahun, Kapolda Sumbar Serahkan Benda Pusaka Raja Minangkabau

Sebarkan artikel ini
BENDA PUSAKA— Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa menyerahkan benda pusaka bersejarah kepada Bupati Tanahdatar, Eka Putra.

TANAHDATAR, METRO–Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra yang kini sudah resmi menyandang gelar adat Tuanku Bandaro Alam Sati, menyerahkan sejumlah benda pusaka Raja-raja Minang­kabau kepada Bupati Ta­nahdatar Eka Putra.

Penyerahan benda pu­saka ini disaksikan lang­sung oleh Gubernur Sum­bar Mahyeldi Ansharullah dan Ketua LKAAM Sum­bar Fauzi Bahar DT Nan Sati, Jumat (1/7) di Istano Basa Pagaruyung, Batu­sangkar, Tanah Datar.

Benda pusaka Raja-raja Minangkabau kepada Bu­pati tersebut yakni keris tiga buah, mahkota dua buah dan tombak dua buah. Itu merupakan benda pu­saka yang bersejarah dan berasal lebih kurang dari 500 tahun yang lalu.

Selain penyerahan ben­da pusaka, Kapolda Sum­bar Irjen Pol Teddy Mina­hasa dengan bergelar adat Tuan­ku Bandaro Alam Sati didam­pingi istri Ny Merthy Teddy Minahasa bergelar Puti Siba­dayu Alam ini juga melewa­kan gelar kehor­matan adat­nya oleh para Ninik Mamak.

Selain dihadiri Pejabat Utama Polda Sumbar, ke­giatan ini juga dihadiri oleh Bupati dan Wali Kota, para Kapolres, Ketua LKAAM se Sumbar, KAN se-Tanah­datar, Penghulu, Ninik Ma­mak, Bundo Kanduang, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan ribuan rider yang ter­gabung dalam Harley Davidson Club Indonesia (HDCI).

Terkait Benda pusaka yang diserahkannya, Irjen Pol Teddy Minahasa mene­rangkan bahwa hal terse­but benar-benar merupa­kan suatu amanah bagi­nya untuk dilaksanakan.

“Amanah untuk saya kembalikan kepada pemilik yang sah yaitu kerajaan Pagaruyung,” ujarnya.

Ia berharap, benda pu­saka yang diberikan itu dapat diterima dan men­jadi karya budaya yang dapat dibanggakan oleh semua pihak, para dun­sanak bang­sa Minang­kabau.

“Oleh karena itu saya sendiri ingin mengem­bang­kan destinasi pariwisata di Sumbar ini, tidak saja dari segi aspek geografis tetapi akan saya angkat dari sisi budaya,” katanya.

Terakhir, ia bersama istri menyampaikan teri­ma­kasih yang sebesar-be­sarnya, serta mohon doa restu untuk mengemban jabatan Kapol­da Sumbar secara humanis, serta de­ngan langkah-lang­kah yang bijak. (rgr)