METRO PADANG

Penyebaran PMK masih Mengkhawatirkan, Toke Kurangi Stok Sapi Kurban

0
×

Penyebaran PMK masih Mengkhawatirkan, Toke Kurangi Stok Sapi Kurban

Sebarkan artikel ini

SAWAH LIEK, METRO–Hingga kini pe­nyebaran Pe­nyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi masih marak. Hal ini mrnjadi alasan bagi toke jawi (pe­dagang pengumpul-red) untuk mengurangi stok sapi di kandang mereka.

Seperti pengakuan Ir­fan (40), salah seorang toke jawi di kawasan Sawah Liek. Irfan sengaja me­m­batasi stok sapi kurban di kan­dangnya karena masih ta­kut dengan penyebaran PMK. Dikatakannya, saat ini sebanyak 120 ekor sapi qurban sudah laku terjual. Namun yang ada di­kan­dang Sawah Liek sebanyak 100 ekor. Sementara 20 ekor lagi yang baru saja didatangkan dari NTT be­rada di kandang yang ber­beda karena masih men­jalani masa karantina.

Baca Juga  Kendalikan Covid-19 di Kota Padang, Gerakkan Ekonomi, Hendri Septa: Win Win Solution dengan Pelaku Usaha

“Jadi, sapi-sapi itu di­kan­rantina dulu di kandang lain. Belum bisa digabung. Gunanya untuk me­mas­tikan bahwa sapi itu bebas PMK,” ungkap Irfan.

Akibat penularan ini, Irfan saat ini membatasi penjualan­nya sebanyak 120 ekor saja. Bia­sanya, kata Irfan penjualan sapi kurban dilakukan sampai satu hari menjelang hari H dengan jumlah sapi se­banyak 150 ekor lebih.

“Sekarang saya tidak menambah stok lagi. Saya sudahi di angka 120 ekor itu,” tandas Irfan.

Adapun sapi-sapi yang laku terjual adalah sapi dengan berat daging se­ki­tar 80 sampai 90 kg de­ngan harga Rp17 juta. Na­mun ada juga pembeli yang membeli sapi ukuran kecil dengan harga Rp15 juta.

Baca Juga  DPW dan DPD PAN Sumbar Bagikan 80 Ton Beras pada Puncak HUT ke-27

“Rata-rata sapi yang terjual itu berat dagingnya diangka 80 kg sampai 90 kg,” kata Irfan lagi. (tin)