SIJUNJUNG, METRO–Kebiasaan diet pada perempuan ternyata menjadi salah satu penyebab tingginya angka stunting di negeri ini. Terutama diet yang tidak sesuai atau tidak cocok yang dilakukan kalangan remaja putri. Di mana diet tersebut hanya bertujuan untuk mengedepankan penampilan saja.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, drg Ezwandra MSc. Dijelaskannya, kebiasaan diet yang tidak tepat bisa menyebabkan anemia, sedangkan anemia menjadi penyebab stunting pada anak.
“Stunting pada anak juga disebabkan karena anemia yang dipicu dari kebiasaan diet pada remaja putri. Persoalan stunting memang cukup luas dan banyak faktor, termasuk kebiasaan dan gaya hidup masyarakat,” tutur Ezwandra.
Dikatakan, pada saat remaja putri memasuki umur dewasa dan masa pernikahan, momen tersebut merupakan persiapan bagi calon ibu untuk menyambut masa kehamilan. “Kalau anemia menandakan kurangnya asupan nutrisi, sedangkan saat mengandung si ibu tadi harus memiliki nutrisi yang cukup. Sedangkan energi untuk dirinya saja kurang, apalagi nutrisi untuk anak yang dikandungnya,” tutur Kadis Kesehatan Sijunjung Ezwandra.
Dengan kondisi yang demikian, anak yang di dalam kandungan beresiko terkena stunting. “Data pengidap anemia pada tahun 2021 di Sijunjung, berada di angka 12 persen, sementara kekurangan energi kronis pada ibu hamil berada di angka 9 persen,” papar Ezwandra. “Sehingga anemia pada remaja putri menjadi salah satu faktor stunting pada anak nantinya. Pada prinsipnya, calon ibu tadi harus mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi,” kata Ezwandra.
Untuk itu, pihaknya bersama dinas pendidikan berupaya untuk mengatasi dengan cara memberikan tablet tambah darah setiap bulannya bagi remaja putri SMP dan SMA di Kabupaten Sijunjung. “Karena itulah stunting melibatkan banyak pihak, termasuk di bidang pendidikan. Dengan pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri di sekolah, kita berharap bisa mengatasi anemia, sebagai upaya mempersiapkan remaja putri di masa akan datang,” terang Ezwandra.
Selain itu, menekan angka stunting di Kabupaten Sijunjung terus dilakukan salah satunya dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat. Stunting bisa disebabkan banyak faktor, mulai dari SDM, ekonomi, kesehatan dan lainnya. “Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan pada anak. Stunting umumnya ditandai dengan tinggi badan di bawah standar,” kata Ezwandra.
Stunting tidak dapat disembuhkan dan berdampak permanen. Karena tidak bisa disembuhkan, sehingga upaya yang harus dilakukan adalah pencegahan. Dengan demikian angka stunting akan bisa ditekan secara berkelanjutan. (ndo)






