SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Kebiasaan Diet Kaum Perempuan Penyebab Anak Alami Stunting

0
×

Kebiasaan Diet Kaum Perempuan Penyebab Anak Alami Stunting

Sebarkan artikel ini
PERTEMUAN— Kepala BKKBN Hasto Wardoyo bersama Bupati Sijunjung Benny Dwifa pada temu kader percepatan penanganan stunting di Sijunjung beberapa waktu lalu.

SIJUNJUNG, METRO–Kebiasaan diet pada perempuan ternyata menjadi salah satu penyebab tingginya angka stunting di negeri ini. Terutama diet yang tidak sesuai atau tidak cocok yang dilakukan kalangan remaja putri. Di mana diet tersebut hanya bertujuan untuk mengedepankan penam­pilan saja.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, drg Ezwandra MSc. Dijelaskannya, kebiasaan diet yang tidak tepat bisa me­nye­bab­kan anemia, sedangkan anemia menjadi pe­nyebab stunting pada anak.

“Stunting pada anak juga disebabkan karena anemia yang dipicu dari kebiasaan diet pada remaja putri. Persoalan stun­ting memang cukup luas dan banyak faktor, termasuk kebiasaan dan gaya hidup masyarakat,” tutur Ezwandra.

Dikatakan, pada saat remaja putri memasuki umur dewasa dan masa pernikahan, momen tersebut merupakan persiapan bagi calon ibu untuk me­nyambut masa kehamilan. “Kalau anemia menandakan kurangnya asupan nutrisi, sedangkan saat mengandung si ibu tadi harus memiliki nutrisi yang cukup. Sedangkan energi untuk dirinya saja kurang, apalagi nutrisi untuk anak yang dikandungnya,” tutur Kadis Kesehatan Sijunjung Ezwandra.

Dengan kondisi yang demikian, anak yang di dalam kandungan beresiko terkena stunting. “Data pengidap anemia pada tahun 2021 di Sijunjung, berada di angka 12 per­sen, sementara kekura­ngan energi kronis pada ibu hamil berada di angka 9 persen,” papar Ezwandra. “Sehingga anemia pada remaja putri  menjadi salah satu faktor stun­ting pada anak nantinya. Pada prinsipnya, calon ibu tadi harus mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi,” kata Ezwandra.

Untuk itu, pihaknya bersama dinas pendidikan berupaya untuk mengatasi dengan cara memberikan tablet tambah darah setiap bulannya bagi remaja putri SMP dan SMA di Kabupaten Sijunjung. “Karena itulah stunting melibatkan banyak pihak, termasuk di bidang pendidikan. Dengan pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri di se­kolah, kita berharap  bisa mengatasi anemia, sebagai upaya mempersiapkan remaja putri di masa akan datang,” terang Ez­wandra.

Selain itu, menekan angka stunting di Kabupaten Sijunjung terus dilakukan salah satunya dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat. Stunting bisa disebabkan banyak faktor, mulai dari SDM, ekonomi, kesehatan dan lainnya. “Stunting merupakan gangguan per­tumbuhan dan per­kembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan pada anak. Stunting umumnya ditandai dengan tinggi badan di bawah standar,” kata Ezwandra.

Stunting tidak dapat disembuhkan dan ber­dam­pak permanen. Karena tidak bisa disembuhkan, sehingga upaya yang harus dilakukan adalah pencegahan. Dengan de­mikian angka stunting akan bisa ditekan secara berkelanjutan. (ndo)