PADANGPARIAMAN, METRO – Hujan deras yang melanda Padangpariaman mengibatkan dua jembatan ambruk. Sehingga pengguna jalan terpaksa
melewati jalan alternatif untuk mencapai tujuannya.
Pantauan POSMETRO di lapangan, dua titik jembatan putus itu yakni jembatan Korong Lubuak Napa, Nagari Batu Kalang, Kecamatam Padang Sago, Kayutanam dan abrasi Batang Sani, Korong Lubuak Aro, Nagari Tandikek.
Jembatan Lubuak Napa putus Senin (11/12) pukul 20.15 WIB, sedang abrasi di Batang Sani sekitar pukul 20.30 WIB akibat sungai meluap dan menghantam tempat parkir Pasar Tandikat dan memgancam beberapa bangunan yang sudah mulai terkikis fondasinya.
Purnama Hadi (27), pengguna jalan menyampaikan, dia hendak pergi ke sekolah untuk mengajar. Namun saat tiba di jembatan ternyata tidak bisa dilewati. “Akhirnya saya terpaksa melewati jalan lain yang jaraknya cukup jauh supaya bisa sampai disekolah,” jelasnya.
Ia berharap, agar SOPD terkait supaya lebih cepat menyurvei jembatan. Pasalnya, supaya masyarakat ataupun anak sekolah bisa melewati jalan tersebut.
80 KK Mengungsi
Sementara itu, sebanyak 80 rumah warga di Dusun Sampan, Desa Punggung Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih dari luapan Sungai Batang Mangor di Jembatan Sampan, Senin kemarin sekitar pukul 23. 35 WIB.
Luapan sungai Batang Mangor itu mencapai 1 meter sehingga rumah warga terend dan arus lalu lintas dari Kota Pariaman – VII Koto Padang Pariaman terputus akibat jembatan digenangi luapan Sungai Batang Mangor.
”Kami membawa warga setempat untuk mengungsi ke tempat aman atau jauh dari lokasi tersebut,” kata Kepala Kepolisian (Polsek) Pariaman, Kompol Adang Saputra saat berikan pertolongan bersama BPBD Kota Pariaman, Senin malam.
Ia mengatakan, sejauh ini belum ada korban terhadap musibah banjir atau luapan sungai yang menimpa warga setempat.
Ia mengimbau agar warga lebih berhati-hati terhadap cuaca seperti ini. Pasalnya, ketika hujan datang bisa saja secara spontan air besar datang karena tingginya curah huna yang melanda Kota Pariaman atau di hulu Batang Mangor itu sendiri. “Apalagi rumah warga yang terletak dikawasan rawan bencana seperti banjir, bah, longsor, dan lainnya,” tutupnya. (efa)





